NUSA TENGGARA BARAT — G.Skill menambah jajaran memori high-end untuk platform AMD lewat Trident Z5 NeoX RGB. Kit ini hadir di tengah kelangkaan memori global yang masih berlanjut, dengan banderol harga Rp 10,4 juta (US$ 629,99).
Keunggulan utama kit ini ada pada sertifikasi AMD EXPO ULL yang memungkinkan tuning sub-timing memori lebih agresif. Sub-timing ini adalah kunci peningkatan performa pada arsitektur Ryzen, berbeda dengan kit EXPO standar yang biasanya memakai timing longgar demi kompatibilitas luas.
Spesifikasi dan Desain Trident Z5 NeoX
Kit ini berkapasitas 2x16GB dengan konfigurasi dual-channel, single-rank, dan PCB satu sisi. Modul memori menggunakan IC SK hynix M-die (H5CG48MEBD-X014) yang dikenal punya headroom overclocking besar, serta PMIC dari ANPEC (APW8502C-VBA50).
Secara bawaan, memori berjalan di JEDEC DDR5-4800 dengan timing longgar 40-40-70 demi kompatibilitas maksimal. Namun, profil EXPO utama akan langsung mengaktifkan DDR5-6000 dengan timing 30-38-38-32 pada tegangan 1,35V. Profil kedua menurunkan tRAS ke 96 clock cycles untuk stabilitas tambahan.
Desain fisiknya mengikuti formula Trident Z5 yang sudah mapan: tinggi 42mm, heatsink aluminium dengan pilihan warna matte black, matte white, atau glossy black. RGB hanya ada pada light bar di tepi atas, dan bisa disinkronkan dengan Asus Aura Sync, Gigabyte RGB Fusion 2.0, MSI Mystic Light Sync, atau ASRock Polychrome Sync.
Performa Nyata di Platform AMD vs Intel
Hasil pengujian menunjukkan kit ini hanya optimal di platform AMD. Saat dipasang di sistem Intel Core Ultra 9 285K, fitur ULL tidak aktif dan performanya hanya rata-rata. Untuk pengguna Intel, opsi seperti Corsair Vengeance RGB DDR5-6000 C30 atau G.Skill Ripjaws S5 DDR5-6000 C32 lebih masuk akal secara harga.
Di platform AMD dengan Ryzen 9 9900X, ceritanya berbeda. Kit ini rata-rata 3% lebih cepat dari Trident Z5 Neo RGB non-ULL dan 9% lebih cepat dari kit DDR5-6000 C40 generasi awal. Pada game tertentu seperti Assassin's Creed Mirage dan Watch Dogs: Legion, keunggulannya mencapai 8% di frame rate rata-rata dan 10% di 1% lows.
Headroom Overclocking
Kenaikan tegangan kecil dari 1,35V ke 1,40V cukup untuk menstabilkan kit ini di DDR5-6200 dengan timing 30-36-36-32. Penurunan timing tambahan juga masih bisa dilakukan pada tRCD dan tRP masing-masing dua clock cycles di tegangan yang sama.
Perlu dicatat, keuntungan dari memori ULL ini paling terasa pada Ryzen non-X3D. Untuk chip dengan 3D V-Cache, peningkatan performa nyaris tidak terlihat karena cache L3 yang besar sudah menutupi latensi memori.
Kesimpulan
Trident Z5 NeoX RGB DDR5-6000 C30 adalah pilihan tepat bagi pengguna AMD yang ingin performa maksimal tanpa repot tuning manual. Namun, harga Rp 10,4 juta terbilang sangat tinggi untuk kit 32GB—sekitar dua kali lipat harga normal sebelum krisis memori.
Bagi yang sedang merakit PC Ryzen baru dan membutuhkan performa terbaik saat ini, kit ini layak dipertimbangkan. Namun jika tidak terburu-buru, menunggu harga memori kembali normal adalah keputusan yang lebih bijak.