Pencarian

120 Rumah Adat Sade di Lombok Tengah Terbakar Malam Hari, Warga Tak Sempat Selamatkan Barang

Minggu, 23 Agustus 2026 • 15:31:01 WIB
120 Rumah Adat Sade di Lombok Tengah Terbakar Malam Hari, Warga Tak Sempat Selamatkan Barang
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan sisa api di Kampung Adat Sade, Lombok Tengah, Minggu (23/8/2026) pagi.

LOMBOK TENGAH — Kampung Adat Sade yang dikenal sebagai destinasi wisata budaya di Lombok Tengah kehilangan hampir seluruh rumah tradisionalnya dalam kebakaran Sabtu malam. Material bangunan yang terbuat dari anyaman bambu dan jerami membuat api menyebar cepat dan menghanguskan 120 rumah sekaligus.

Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse menyebut proses pemadaman dilakukan secara intensif sejak api pertama kali muncul. Pemerintah desa langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengevakuasi warga yang tinggal di kawasan rumah adat tersebut.

Petugas Gabungan Dikerahkan, Arus Lalu Lintas Sempat Terganggu

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah Supardan mengatakan sejumlah unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman sempat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Raya Sengkol-Mandalika karena petugas menangani kebakaran di pinggir jalan.

Personel TNI-Polri, pemerintah daerah, dan warga turut membantu proses penanganan. Hingga Minggu (23/8/2026) pagi, petugas masih memadamkan kepulan asap dari sisa kebakaran. Mobil tangki air dikerahkan untuk pendinginan dan membersihkan material sisa kebakaran.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki BPBD

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah Ridwan Maruf menyatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Pihaknya belum dapat memastikan apakah api dipicu korsleting listrik atau faktor lain.

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak. Jumlah warga yang mengungsi masih dalam proses pendataan, dan lokasi pengungsian belum ditentukan karena menunggu hasil rapat koordinasi.

Warga Hanya Sempat Menyelamatkan Pakaian yang Dikenakan

Amaq Imi, salah seorang warga, menuturkan kebakaran terjadi tiba-tiba saat warga sedang tidur. Kondisi itu membuat sebagian besar warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka.

Kain tenun, uang, dan telepon seluler ikut terbakar. Amaq mengaku hanya sempat menyelamatkan pakaian yang sedang dikenakan dan berharap pemerintah memberikan bantuan karena hampir seluruh barang miliknya tidak berhasil diselamatkan.

Material Bambu dan Jerami Jadi Faktor Api Cepat Menyebar

Kampung Adat Sade memiliki karakteristik bangunan yang berbeda dengan rumah modern. Rumah tradisional di kawasan ini menggunakan jerami sebagai bagian atap dan dinding dari anyaman bambu atau bedek. Lantainya dibuat dari tanah liat yang dicampur kotoran kerbau dan abu jerami.

Material yang mudah terbakar tersebut menjadi perhatian utama dalam penanganan kebakaran di kawasan cagar budaya ini. Kejadian ini menjadi pukulan berat bagi upaya pelestarian budaya Sasak di Lombok Tengah.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalderanews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks