MATARAM — Sebanyak 50 peserta yang merupakan utusan dari PASI Kabupaten/Kota se-NTB mengikuti pelatihan tenaga teknis atletik tingkat dasar nasional di Aula Wisma Nusantara Mataram. Pelatihan ini digelar untuk menjawab kebutuhan wasit dan juri berlisensi yang semakin mendesak seiring bertambahnya jumlah kejuaraan atletik di daerah.
Mengapa Pelatihan Wasit dan Juri Mendesak?
Sekretaris PASI NTB, Hari Gunawan, menegaskan bahwa keberhasilan sebuah pertandingan atletik tidak hanya bergantung pada kualitas atlet atau pelatih. Profesionalisme wasit dan juri menjadi faktor penentu yang sama pentingnya.
"Seorang wasit dan juri harus memiliki kompetensi yang memadai dalam memahami peraturan perlombaan dan lainnya," jelas Hari Gunawan.
Menurutnya, jumlah kejuaraan atletik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional diprediksi terus meningkat. Kondisi ini menuntut ketersediaan tenaga wasit dan juri yang memiliki lisensi serta kompetensi standar.
Instruktur dari Dua Provinsi dan Target Sertifikasi
Dua instruktur yang memandu pelatihan adalah Sardjito dari Jawa Barat dan Dwitojo dari Jawa Timur. Keduanya merupakan pemateri yang ditugaskan langsung oleh PB PASI.
Hari Gunawan menambahkan, pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan teoritis, keterampilan teknis, serta pengalaman praktik lapangan. Harapannya, para peserta mampu menjalankan tugas sebagai wasit dan juri pada kejuaraan tingkat dasar sesuai standar World Athletics.
Materi: dari Filosofi Perlombaan hingga Praktik Pengukuran
Selama empat hari, peserta mendapatkan materi dalam ruangan dan materi lapangan. Untuk praktik di lapangan, materinya dikondisikan dengan permintaan dari para instruktur.
Materi yang diberikan mencakup filosofi perlombaan atletik dan perwasitan, struktur petugas teknis lomba, peraturan lomba secara umum, hingga praktik pengukuran dan ujian tertulis.
Partisipasi dari 11 Daerah, Peserta Tak Sesuai Target
Dari total 70 orang yang teregistrasi, hanya 50 peserta yang hadir mengikuti pelatihan. Mereka berasal dari 11 daerah di NTB, di antaranya Sumbawa (2 orang), Lombok Tengah (2), Lombok Timur (4), Bima (5), Kota Bima (3), Lombok Barat (1), Kota Mataram (1), Dompu (1), Lombok Utara (2), dan Provinsi (12 orang).
"Kita harapkan para peserta pelatihan bisa mengikuti kegiatan ini secara on time karena materi ini sangat penting," harap Hari Gunawan.