NUSA TENGGARA BARAT — Kansas City Stadium akan menjadi saksi duel taktis antara dua kutub berbeda. Argentina, yang masih bertumpu pada kejeniusan individu Lionel Messi, harus berpikir ulang saat berhadapan dengan Swiss yang mengandalkan permainan tim solid asuhan Murat Yakin.
Rapuh di Belakang, Argentina Kebobolan Lima Gol
Lionel Messi kembali menjadi penyelamat Albiceleste dengan torehan delapan gol sejauh ini. Namun, angka tersebut menyembunyikan masalah di lini belakang yang sudah kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan terakhir.
Perjalanan Argentina ke perempat final tidak mulus. Setelah menyapu bersih fase grup, mereka harus bekerja keras melawan Cape Verde dan Mesir. Tanpa variasi serangan yang memadai, permainan Argentina mudah ditebak lawan.
"Beruntungnya Argentina, Messi sulit dihentikan," demikian analisis yang beredar. Tapi saat menghadapi Swiss, sekadar mengandalkan kualitas individu tidak akan cukup.
Swiss: Tanpa Bintang, Tapi Berbahaya di Serangan Balik
Swiss datang ke perempat final dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat sejarah baru. Tim besutan Murat Yakin tidak memiliki banyak pemain bintang di lini depan, tetapi organisasi pertahanan mereka rapi dan kerja sama antarpemain menjadi kekuatan utama.
Dalam beberapa turnamen besar terakhir, Nati selalu mampu bersaing dengan tim-tim papan atas. Pengalaman itu menjadi modal penting saat menghadapi Argentina.
Jika mampu menjaga pertahanan tetap solid dan memanfaatkan peluang serangan balik, Swiss memiliki kesempatan untuk menyulitkan bahkan menyingkirkan juara bertahan.
Kunci Laga: Bisakah Argentina Seimbang Tanpa Messi?
Argentina harus tampil lebih seimbang. Mereka tidak bisa hanya mengandalkan Messi untuk mengamankan tiket ke semifinal. Lini belakang wajib tampil lebih meyakinkan dibanding laga-laga sebelumnya.
Di sisi lain, Swiss akan bermain disiplin dan menunggu celah. Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim memiliki karakter permainan yang bertolak belakang.
Kick-off dijadwalkan pukul 07.00 WIB. Siapa yang mampu memaksakan gaya bermainnya, dialah yang akan melaju ke semifinal.