Pencarian

Porprov XII NTB 2026 Dirancang sebagai Simulasi PON 2028, Targetnya Bukan Sekadar Juara Tapi Cetak Atlet Elite

Kamis, 16 Juli 2026 • 16:39:01 WIB
Porprov XII NTB 2026 Dirancang sebagai Simulasi PON 2028, Targetnya Bukan Sekadar Juara Tapi Cetak Atlet Elite
Atlet berlaga di salah satu cabang olahraga Porprov XII NTB 2026 yang mempertandingkan 51 cabang olahraga di enam daerah.

MATARAM — Sebanyak 51 cabang olahraga dipertandingkan dalam Porprov XII NTB 2026, jumlah terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan event olahraga tahunan di provinsi tersebut. Ajang ini diikuti oleh 4.860 atlet dan 1.088 ofisial, dengan total 758 nomor pertandingan yang tersebar di enam daerah: Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Kabupaten Sumbawa.

Standar PON Diterapkan Mulai dari Pendaftaran Atlet

Mori Hanafi menjelaskan, sistem pendaftaran atlet sudah menggunakan aplikasi daring SPORTA, teknologi yang sama yang akan diterapkan pada PON 2028. "Desain Porprov kali ini memang dalam rangka menghadapi PON 2028. Semua aspek penyelenggaraan kami arahkan mengikuti standar PON," ujarnya dalam konferensi pers di Media Center Porprov XII NTB, Hotel Grand Madani Mataram, Kamis (16/7/2026).

Sejumlah cabang olahraga telah memulai pertandingan lebih awal sejak 12 Juli, di antaranya aerosport, catur, sepak takraw, sepak bola, drum band, dan gateball. Tiga cabang olahraga ekshibisi—padel, ski air, dan teqball—juga dipertandingkan sebagai persiapan menjadi cabang resmi pada Porprov berikutnya.

Pembukaan di Halaman Kantor Gubernur, Api Porprov Dikirab Keliling Daerah

Seremoni pembukaan Porprov XII NTB akan digelar pada Kamis (16/7/2026) sore di halaman Kantor Gubernur NTB. Sebelum acara dimulai, kirab api Porprov yang telah berkeliling ke seluruh kabupaten/kota akan tiba di Kota Mataram. Api tersebut diterima oleh Wali Kota Mataram sebelum diserahkan secara simbolis kepada Gubernur NTB.

Prosesi pembawa obor melibatkan atlet-atlet berprestasi NTB, seperti Dita, Sapturahman, dan Komang Wahyu—peraih medali emas nasional dan internasional. "Konsepnya kami buat lebih modern dan mendekati standar pembukaan PON, sehingga masyarakat dapat merasakan atmosfer pesta olahraga yang sesungguhnya," kata Mori.

Anggaran Rp14 Miliar, Sponsor Sumbang Rp1,7 Miliar Lebih

Penyelenggaraan Porprov kali ini membutuhkan anggaran sekitar Rp14 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp8,8 miliar berasal dari APBD Provinsi NTB, sementara sisanya dari dukungan sponsor dan partisipasi dunia usaha. PT Amman Mineral Indonesia menjadi sponsor terbesar dengan kontribusi Rp1 miliar, disusul Bank NTB Syariah Rp500 juta, dan PT Damri yang menyediakan armada bus operasional senilai lebih dari Rp200 juta.

Mori menegaskan, tidak boleh ada pembiayaan ganda. "Mana yang dibiayai APBD, mana yang dibiayai sponsor semuanya dipisahkan secara jelas," tegasnya. Dukungan juga datang dari Angkasa Pura, ASDP, Hotel Grand Madani, sanggar seni, dan berbagai pelaku usaha lainnya.

Perputaran Ekonomi Diproyeksi Tembus Rp100 Miliar

Dengan perkiraan lebih dari 150 ribu penonton selama penyelenggaraan, KONI NTB memproyeksikan dampak ekonomi mencapai setidaknya Rp100 miliar. Sekitar 4.200 kamar hotel telah dipesan untuk kebutuhan kontingen dan tamu, memberikan efek berganda bagi sektor perhotelan, UMKM, transportasi, dan jasa lainnya. "Kalau melihat antusiasme masyarakat, kami optimistis perputaran ekonomi tahun ini bisa dua kali lipat dibanding Porprov sebelumnya," ujar Mori.

Bagikan
Sumber: gardaasakota.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks