NUSA TENGGARA BARAT — Bintang muda Barcelona itu tak pernah menyembunyikan kekagumannya pada Messi. Namun dalam wawancara dengan media Spanyol, Yamal menegaskan profesionalisme dan target tim harus diutamakan.
Mentalitas Juara di Atas Segalanya
"Jika saya berhasil mencapai babak final, saya hanya ingin keluar sebagai pemenang," tegas Yamal dikutip Mundo Deportivo.
Pernyataan itu bukan bentuk tidak hormat pada La Pulga. Lebih tepatnya cerminan mentalitas kompetitif Yamal yang kini fokus membawa Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah.
Kekaguman pada Konsistensi Messi di Usia 39
Meski siap bersaing, Yamal tetap terkesima melihat performa Messi di turnamen Amerika Utara ini. Publik sepak bola memang sudah paham kejeniusan sang legenda, tapi konsistensinya di fase gugur tetap membuat sesama pemain terperangah.
"Semua orang tahu siapa seorang Messi, tetapi tidak ada yang menyangka dia masih mampu menyajikan performa dengan level setinggi ini," ujar Yamal.
Nasib Sepak Bola yang Mirip
Kedua pemain memiliki garis karier serupa: sama-sama dididik di La Masia, menembus tim utama Barcelona di usia belia, lalu menjadi pilar tim nasional. Messi kini berusia 39 tahun dan masih jadi motor Argentina sebagai juara bertahan.
Yamal mengaku rasa hormatnya pada mantan kapten Barcelona itu tetap terjaga. Tapi di atas lapangan, semua itu harus dikesampingkan demi misi Spanyol.
Langkah Berikut Menuju Final Impian
Spanyol harus melewati Belgia di babak perempat final Piala Dunia 2026 untuk menjaga asa mewujudkan final idaman melawan Argentina. Jika keduanya sama-sama menang, duel Yamal vs Messi benar-benar akan terwujud di partai puncak.