PRAYA — Perolehan medali Lombok Tengah di Porprov NTB 2026 masih kurang 10 medali emas dari target yang ditetapkan. Namun, dengan beberapa cabang olahraga (cabor) yang belum rampung, optimisme justru menguat di kubu kontingen.
Hingga Kamis (23/7) malam, Loteng mengoleksi 266 medali dengan rincian 110 emas, 70 perak, dan 86 perunggu. Posisi ini masih kokoh di tiga besar klasemen sementara.
Empat Cabor Andalan yang Masih Berpeluang
Ketua KONI Loteng Lalu Firman Wijaya menyebut empat cabor yang masih mempertandingkan atlet Loteng: karate, wushu, bulu tangkis, dan tenis meja. “Bahkan bisa melampaui target,” ujarnya saat dikonfirmasi di kantor Bupati Loteng, Kamis (23/7).
Taekwondo menjadi penyumbang emas terbanyak dengan 16 medali. Disusul sepatu roda (7 emas), serta tinju dan kick boxing yang konsisten mendulang medali di setiap Porprov.
Pencak Silat Justru Mandul, Jadi Catatan Evaluasi
Kebalikan dari cabor lain, Pencak Silat yang biasanya jadi andalan justru belum menyumbang satu medali pun hingga hari keempat. “Ini akan menjadi catatan dan bahan evaluasi ke depan,” kata Firman.
Penurunan drastis di cabor yang identik dengan budaya lokal ini menjadi pekerjaan rumah bagi KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga Loteng pasca-Porprov.
Bonus Atlet: Rp 25 Juta per Emas, Menunggu APBD Perubahan
Firman yang juga menjabat Sekretaris Daerah Loteng memastikan bonus atlet sudah dalam perhitungan. Besarannya diupayakan sama dengan Porprov 2024 lalu: Rp 25 juta untuk peraih emas, dengan nominal lebih rendah untuk perak dan perunggu.
“Kalau target emas tercapai, kita butuh anggaran antara Rp 5 sampai Rp 6 miliar untuk bonus atlet,” ungkap mantan Kepala Dinas PUPR Loteng itu. Ia menambahkan, alokasi bonus akan diupayakan masuk dalam APBD Perubahan 2026.
Mengapa Target 120 Emas Masuk Akal?
Dengan sisa cabor yang masih berjalan, Loteng hanya perlu mendulang 10 medali emas tambahan. Dari empat cabor yang masih bertanding, potensi emas tersebar di nomor-nomor andalan seperti kata (karate), sanda (wushu), dan ganda campuran (bulu tangkis).
Jika konsisten, target 120 emas bukan sekadar optimisme—tapi hitungan realistis yang tinggal menunggu waktu.