NUSA TENGGARA BARAT — Sebanyak puluhan anak dari keluarga prasejahtera, termasuk anak istimewa dan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK), menjadi peserta khitan massal spesial HAN Sumut. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Baznas Sumut, Pelindo Regional 1, serta sejumlah komunitas dan dunia usaha.
Bukan Sekadar Sunat Massal Biasa
Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono, mengatakan keterlibatan perusahaan BUMN pelabuhan itu bukan sekadar seremoni. "Kami mendukung program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya pemenuhan hak anak atas layanan kesehatan. Momentum Hari Anak Nasional mengingatkan bahwa semua pihak punya tanggung jawab menciptakan lingkungan sehat dan ramah anak," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Menurut Fadillah, kegiatan ini juga menjadi simbol kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan. Pelindo berharap sinergi dengan pemerintah daerah dan para mitra bisa terus diperkuat lewat program-program sosial serupa.
Dampak Langsung untuk Keluarga Ojek Online
Sasaran peserta sengaja diarahkan ke anak-anak dari keluarga mitra ojek online dan anak berkebutuhan khusus. Kelompok ini dinilai paling membutuhkan akses layanan kesehatan gratis karena keterbatasan biaya. Dengan adanya khitan massal ini, orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya yang bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah di fasilitas kesehatan biasa.
Pelindo Regional 1 menyalurkan bantuan ini melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Fokus program tersebut mencakup aspek kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Sinergi BUMN dan Pemda untuk Anak Sumut
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggandeng Pelindo dan Baznas sebagai mitra strategis untuk memastikan kegiatan berjalan lancar. Kolaborasi ini dinilai penting karena kebutuhan layanan kesehatan anak di daerah masih tinggi, terutama di wilayah pinggiran Medan.
Pelindo berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara. Perusahaan melihat investasi sosial pada kesehatan anak sebagai investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia Indonesia yang lebih sehat dan produktif.