NUSA TENGGARA BARAT — Pertandingan baru berjalan 15 menit, gawang Emiliano Martinez sudah kebobolan. Yasser Ibrahim memenangi duel udara dan menanduk bola masuk ke gawang Argentina memanfaatkan umpan silang Marwan Attia. Gol ini menjadi pukulan telak bagi tim juara bertahan yang sejak awal mencoba mendominasi permainan.
Dominasi Argentina Buyar oleh Disiplin Tinggi Mesir
Argentina memulai laga dengan tekanan tinggi. Namun, lini belakang Mesir yang dikomandoi Mohamed Abdelmonem tampil solid. Setiap serangan yang dibangun Lionel Messi dan Julian Alvarez mampu dipatahkan dengan disiplin ketat.
Alih-alih kebobolan lagi, Mesir justru mencuri gol lebih dulu. Sundulan Yasser Ibrahim pada menit ke-15 membuat skema serangan balik cepat mereka berbuah sempurna. Pertahanan Argentina yang terlalu maju menjadi celah yang dieksploitasi habis-habisan.
Messi Gagal dari Titik Penalti, Kiper Mostafa Shobeir Jadi Pahlawan
Argentina mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan di menit ke-19. Wasit menunjuk titik putih setelah Hassiem Hassan menjatuhkan Nicolas Tagliafico di kotak terlarang. Lionel Messi yang menjadi algojo gagal menjalankan tugasnya.
Tendangan Messi ke arah kanan gawang bisa ditebak dengan sempurna oleh kiper Mesir, Mostafa Shobeir. Bola berhasil ditepis, membuat skor tetap 1-0 untuk keunggulan Mesir hingga jeda pertandingan.
Tekanan Berat di Pundak La Albiceleste
Kegagalan Messi menjadi pukulan psikologis berat. Argentina yang sempat percaya diri harus menghadapi kenyataan pahit di babak gugur. Tim polesan Lionel Scaloni harus segera menemukan cara untuk membongkar pertahanan Mesir di sisa waktu pertandingan.
Sementara itu, kemenangan tipis ini bisa membawa Mesir melangkah ke perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Disiplin dan efektivitas menjadi senjata utama tim asuhan Hossam Hassan di laga ini.