MATARAM — Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja mengingatkan personel di Lombok Utara bahwa kepercayaan publik merupakan aset terbesar Polri yang harus dijaga setiap anggota. Ia menegaskan, integritas dan disiplin bukan sekadar slogan, melainkan harga mati yang harus menjadi budaya kerja di lingkungan kepolisian.
“Kepada seluruh personel, apabila belum mampu memberikan prestasi, jangan sampai membuat masalah. Jangan menjadi beban institusi,” tegas Kapolda NTB saat berkunjung ke Polres Lombok Utara, Kamis (25/6/2026).
Tiga Larangan yang Disorot Kapolda NTB
Dalam arahannya, Kapolda secara spesifik melarang tiga jenis pelanggaran yang paling sering mencederai citra institusi. Pertama, penyalahgunaan narkoba. Kedua, pelanggaran disiplin. Ketiga, pelanggaran etik profesi.
“Saya tidak ingin ada anggota yang mencederai kepercayaan masyarakat dengan penyalahgunaan narkoba, pelanggaran disiplin, maupun pelanggaran etik. Tunjukkan bahwa Polri hadir sebagai solusi, bukan menjadi bagian dari persoalan,” ujarnya.
Kunjungan Kerja Dirangkaikan dengan Pakta Integritas
Kunjungan Kapolda NTB ke Lombok Utara tidak hanya berisi arahan. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan aksi sosial, pengecekan sarana pelayanan publik, serta penandatanganan pakta integritas oleh seluruh personel Polres Lombok Utara. Langkah ini menjadi simbol komitmen kolektif untuk menjalankan tugas secara profesional dan humanis.
Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Putwanta, menegaskan bahwa seluruh jajarannya siap mengimplementasikan setiap penegasan Kapolda dalam tugas sehari-hari. Pihaknya akan memperkuat pembinaan dan pengawasan internal agar seluruh anggota tetap berada di koridor hukum dan kode etik.
“Arahan Bapak Kapolda menjadi komitmen kami bersama. Kami ingin setiap anggota menjadi bagian dari solusi, menghadirkan rasa aman, dan menjaga kepercayaan publik melalui kerja yang profesional, humanis, serta bertanggung jawab,” ungkap Agus Purwanta.
Mengapa Kepercayaan Publik Jadi Perhatian Serius
Pesan Kapolda ini muncul di tengah upaya Polri memperbaiki citra institusi di mata masyarakat. Menurut Irjen Kalingga, satu pelanggaran yang dilakukan personel dapat merusak citra yang selama ini dibangun melalui kerja keras seluruh anggota. Karena itu, integritas harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar slogan di atas kertas.
Kapolres Lombok Utara menambahkan bahwa kepercayaan masyarakat adalah kehormatan yang harus dipelihara melalui perilaku baik dan kinerja berkualitas. Pihaknya akan terus memperkuat pengawasan internal serta pembinaan personel agar seluruh anggota tetap menjunjung tinggi kedisiplinan dan menjauhi segala bentuk pelanggaran.