Secara akumulasi, Kota Mataram mengoleksi 452 medali. Rinciannya: 205 medali emas, 136 perak, dan 111 perunggu. Capaian ini dipastikan setelah seluruh cabang olahraga menyelesaikan pertandingan di ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut.
Target 180 Emas, Terealisasi 205
Firadz mengatakan pihaknya telah menyusun perencanaan matang berdasarkan hasil pelatihan dan kejuaraan nasional yang diikuti atlet. Dari data tersebut, prediksi perolehan emas mencapai 200. Namun saat memasang target resmi, KONI memilih angka minimal 180 emas.
"Sebenarnya prediksi kita kurang lebih 200 emas. Tetapi kita pasang target yang minimal dulu 180 medali emas," ujar Firadz dikonfirmasi pada Sabtu (25/7/2026) sore.
Evaluasi Pasca-Porprov: Metode Latihan Jadi Sorotan
Meski berhasil mendulang emas di atas target, KONI Kota Mataram tetap akan melakukan evaluasi di masing-masing cabang olahraga. Evaluasi ini menyasar metode pembinaan dan latihan atlet, terutama bagi cabor yang tidak meraih prestasi.
Firadz menjelaskan bahwa setiap cabang yang hasilnya di bawah ekspektasi akan ditelaah aspek teknisnya. "Iya, tentu kita akan evaluasi metode latihannya yang kurang tepat atau masalah lainnya," katanya.
Atlet Disiapkan Hadapi PON 2028
Setelah Porprov, perhatian KONI Kota Mataram beralih ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Atlet diminta mempertahankan rutinitas latihan dan memperbanyak jam terbang di level nasional. Menurut Firadz, mental atlet sangat menentukan saat menghadapi rival dari seluruh Indonesia.
"Tentunya butuh mental yang kuat untuk menghadapi atlet dari seluruh provinsi," ujarnya.
Bonus Atlet Menunggu Kebijakan Pemkot
Soal apresiasi bagi atlet, ofisial, dan pelatih peraih medali, KONI menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota Mataram. Firadz menyebut pihaknya telah berterima kasih kepada tim Satlak Kota Mataram yang mempersiapkan secara matang, serta Wali Kota yang terus memberikan dukungan kepada seluruh cabang olahraga.