Setiap hari, ribuan warga di Pulau Lombok dan Sumbawa berpindah tempat menggunakan kendaraan umum. Bagi perantau atau wisatawan yang ingin mengikuti kebiasaan lokal, pilihan transportasi ini bukan cuma soal harga—tapi juga akses ke sudut-sudut yang tidak dijangkau mobil sewaan. Berikut lima moda yang paling sering digunakan.
1. Bus Trans NTB di Lombok: Pilihan Ekonomis untuk Antarkota
Bus Trans NTB beroperasi di beberapa koridor dalam Kota Mataram hingga daerah penyangga seperti Gerung dan Praya. Moda ini menjadi tulang punggung mobilitas warga karena jadwalnya teratur dan tarif yang sangat terjangkau. Anda tidak perlu khawatir tersesat—setiap bus memiliki papan rute yang jelas.
Tipsnya: cari halte utama di pusat kota seperti dekat pasar atau pusat perbelanjaan. Hindari jam sibuk pagi (sekitar pukul 06.00–08.00) dan sore (16.00–18.00) karena bus sering penuh. Untuk menuju kawasan wisata seperti Senggigi atau Pantai Kuta Mandalika, Anda bisa naik bus hingga terminal terdekat, lalu lanjut dengan angkutan lain.
2. Angkutan Desa (Travel Pick-up): Akses ke Pedesaan dan Objek Alam
Di Lombok timur dan sebagian besar Sumbawa, mobil pickup bak terbuka—yang biasa disebut "travel pick-up"—masih menjadi andalan warga desa. Moda ini melayani rute dari pasar tradisional ke dusun-dusun, bahkan hingga ke kaki gunung atau air terjun. Penumpang duduk di bak dengan atap terpal sebagai pelindung.
Cara menggunakannya: tunggu di pinggir jalan di luar kota atau di terminal desa. Tanyakan arah pada sopir atau penumpang lain—mereka biasanya ramah. Karena tidak ada pemberhentian tetap, lambaikan tangan ketika melihat mobil lewat. Ongkos dibayar tunai saat turun.
3. Ojek dan Ojek Online: Solusi Cepat untuk Jarak Pendek
Di Kota Mataram dan sekitarnya, ojek online seperti Gojek sudah tersedia. Namun di daerah pinggiran atau pulau kecil seperti Gili, ojek tradisional lebih dominan. Ini adalah pilihan tercepat untuk menyambung antarmoda atau mencapai tempat yang tidak dilewati angkutan umum.
Tips: di luar area Mataram, mintalah bantuan warga sekitar untuk menemukan ojek langganan. Mereka sering mangkal di pasar, masjid, atau perempatan jalan utama. Negosiasi harga di awal—pastikan sepakat sebelum naik.
4. Kapal Feri: Menyebrangi Selat Lombok ke Sumbawa
Satu-satunya cara untuk berpindah dari Pulau Lombok ke Pulau Sumbawa adalah melalui kapal feri reguler. Pelabuhan utama di Lombok adalah Lembar, sementara di Sumbawa adalah Poto Tano. Kapal beroperasi setiap hari, beberapa kali dalam sehari. Tiket dibeli di loket pelabuhan.
Waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam tergantung cuaca. Antrean kendaraan sering panjang saat musim libur—sebaiknya datang 1–2 jam sebelum jadwal. Bagi pejalan kaki, tersedia ruang penumpang terpisah yang lebih nyaman. Jangan lupa bawa uang tunai, karena tidak semua loket menerima pembayaran non-tunai.
5. Travel Bersama: Alternatif Lebih Nyaman untuk Antarkota
Travel mobil (biasanya jenis minibus) menawarkan kenyamanan lebih dengan harga sedikit di atas bus. Rute populer meliputi Mataram–Praya, Mataram–Senggigi, dan Bima–Dompu di Sumbawa. Mobil berangkat dari pool atau terminal setelah penuh (biasanya 6–8 penumpang).
Anda bisa memesan melalui agen travel di pinggir jalan atau langsung datang ke terminal. Karena tidak ada jadwal tetap, bersiaplah menunggu beberapa saat. Keuntungannya: perjalanan lebih cepat dan bisa request turun di titik tertentu di sepanjang rute.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa biaya naik bus Trans NTB?
Tarif bervariasi tergantung jarak. Cek langsung di halte atau melalui informasi resmi—harga biasanya terpampang di dalam bus.
Apakah ojek online tersedia di seluruh NTB?
Hanya di area Mataram dan sekitarnya. Di Lombok utara atau Sumbawa, ojek tradisional adalah satu-satunya pilihan.
Bagaimana cara naik kapal feri dari Lombok ke Sumbawa?
Pergi ke Pelabuhan Lembar (Lombok) atau Pelabuhan Kayangan untuk rute ke Sumbawa. Beli tiket di loket, lalu antre sesuai arahan petugas.
Kapan waktu terbaik bepergian dengan kapal feri?
Hindari musim hujan puncak Desember–Februari karena gelombang tinggi dapat menyebabkan penundaan. Pagi hari cenderung lebih tenang.
Adakah transportasi umum antar-kota di Sumbawa?
Ada, berupa travel pick-up dan bus antar kota. Namun frekuensinya lebih jarang dibanding Lombok. Disarankan bertanya ke warga setempat untuk jadwal pasti.
Menggunakan transportasi lokal di NTB memang butuh sedikit kesabaran dan penyesuaian. Namun selain menghemat biaya, Anda akan mendapat pengalaman langsung berinteraksi dengan warga. Jangan ragu bertanya kepada sopir atau tetangga di angkutan—informasi paling akurat justru datang dari mereka. Cek jam operasional terbaru sebelum berangkat, karena jadwal bisa berubah sewaktu-waktu.