LOMBOK TENGAH — Lalu Wirajaya menegaskan bahwa Desa Adat Sade bukan sekadar permukiman warga, melainkan ikon pariwisata yang menjadi kebanggaan daerah. Ia menyebut kawasan ini telah dikunjungi wisatawan sejak 1983 dan memiliki nilai sejarah serta budaya yang tak ternilai bagi masyarakat Lombok.
“Ini menjadi perhatian kita bersama, sanak. InsyaAllah, saya percaya kita akan bangkit,” ujar politisi Partai Gerindra itu, Minggu (23/8).
Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam menghadapi musibah ini. Ia berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan pariwisata bahu-membahu mempercepat proses pemulihan.
Keprihatinan Atas Hilangnya Ikon Budaya dan Pariwisata
Lalu Wirajaya menyampaikan dukungan moral kepada warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Ia mengajak semua pihak untuk tidak larut dalam kesedihan, melainkan fokus pada upaya kebangkitan kembali Desa Adat Sade.
“Semangat dan bersabar untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah,” katanya menambahkan.
Ia menilai posisi Desa Sade sangat vital bagi sektor pariwisata NTB. Oleh karena itu, upaya restorasi kawasan ini harus menjadi prioritas bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah semata.
“Desa Sade adalah bagian penting dari identitas budaya dan pariwisata Lombok, bahkan menjadi salah satu destinasi terbaik di Indonesia. Kita harus bersama-sama menjaga dan memulihkannya. InsyaAllah, masyarakat Sade akan bangkit,” pungkasnya.
Api Cepat Menjalar Karena Material Alami Rumah Adat
Kepala Desa Rembitan, Lalu Winakse, mengonfirmasi bahwa kebakaran terjadi di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut. Tim pemadam kebakaran Kabupaten Lombok Tengah bersama petugas terkait dan warga masih berjibaku melakukan pendinginan di lokasi kejadian.
Karakteristik bangunan rumah adat Suku Sasak yang menggunakan atap jerami kering dan dinding anyaman bambu disebut menjadi faktor utama api merambat dengan sangat cepat. Kobaran api dengan mudah berpindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya dalam hitungan menit.
Hingga berita ini diturunkan, data pasti mengenai jumlah bangunan yang terbakar dan warga terdampak masih dalam proses pendataan mendalam oleh aparatur desa setempat.