Pencarian

Gempa NTT: 32 dari 52 SPBU di Flores Kembali Beroperasi, Pertamina Jamin Pasokan BBM dan LPG Aman

Minggu, 16 Agustus 2026 • 12:54:31 WIB
Gempa NTT: 32 dari 52 SPBU di Flores Kembali Beroperasi, Pertamina Jamin Pasokan BBM dan LPG Aman
dari 52 SPBU di Flores kembali beroperasi pascagempa NTT, Pertamina jamin pasokan BBM dan LPG aman.

NUSA TENGGARA BARAT — Gempa yang mengguncang NTT membuat belasan SPBU sempat lumpuh. Namun, Pertamina Patra Niaga bergerak cepat memulihkan operasional sekaligus mengamankan jalur distribusi energi untuk warga Flores. Hingga Sabtu (15/8), sebanyak 32 dari 52 SPBU di wilayah itu telah kembali melayani masyarakat.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyebut kondisi operasional SPBU bersifat dinamis dan terus dipantau. Sebagian SPBU yang belum beroperasi terkendala pemadaman listrik, kerusakan sarana, serta faktor keselamatan akibat potensi gempa susulan.

"Sarana dan fasilitas pada beberapa SPBU lain sebenarnya aman, tetapi operator masih mempertimbangkan keselamatan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan," ujar Kitty dalam keterangan resmi, Minggu (16/8).

SPBU Alternatif di Manggarai yang Masih Melayani

Dua SPBU di Manggarai mengalami kerusakan sarana di area pengisian sehingga belum bisa beroperasi. Warga tetap bisa mengakses BBM lewat sejumlah SPBU lain yang masih aktif, di antaranya SPBU 54.86.501 di Jl. Yos Sudarso, Kel. Mbaumuku, Kec. Langke Rembong, dan SPBU 54.86.503 di Jl. Ruteng–Benteng Jawa, Tenda.

SPBU 54.86.509 di Jl. Raya Ruteng–Labuan Bajo Km 4, Wil. Mena, Kel. Wali, Kec. Langke Rembong juga masih beroperasi. Pertamina memastikan stok BBM di lokasi-lokasi tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar.

Stok LPG Aman, Distribusi Minyak Tanah Hadapi Jalan Longsor

Untuk elpiji, lima agen LPG di Flores masih beroperasi dengan kondisi sarana aman. Stok di tiap agen terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan penyaluran. Namun, distribusi minyak tanah menghadapi tantangan lebih berat karena Fuel Terminal (FT) Reo masih terkendala dan akses jalan menuju FT Ende terdampak longsor.

Sebanyak 12 agen minyak tanah ikut terdampak bencana. Pertamina Patra Niaga memaksimalkan operasional dengan memprioritaskan rute yang bisa dilalui dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

Tantangan Distribusi: Jalan Reo–Ruteng hingga Trans Marapokot Putus

Kondisi akses jalan menjadi hambatan terbesar dalam penyaluran energi pascagempa. Sejumlah ruas terdampak longsor, antara lain Jalan Reo–Ruteng, Jalan Trans Flores ruas Ende–Bajawa, dan Jalan Trans Marapokot. Penanganan longsor masih berlangsung menggunakan alat berat, dan kondisi jalan bisa berubah sewaktu-waktu.

Pertamina mengerahkan mobil tangki dengan pengamanan ekstra, khususnya di jalur yang rawan longsor. Koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan agar penyaluran BBM dan LPG berjalan aman dan optimal.

"Kami terus melakukan monitoring kondisi sarana dan fasilitas serta mengamankan jalur distribusi yang terdampak. Masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan energi melalui SPBU yang masih beroperasi," tegas Kitty.

Masyarakat yang membutuhkan informasi atau bantuan dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 atau menggunakan aplikasi MyPertamina. Pemulihan 20 SPBU yang belum beroperasi akan dilakukan bertahap dengan mengutamakan aspek keselamatan.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks