NUSA TENGGARA BARAT — Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menceritakan bahwa Nanik sempat mengalami tekanan emosional dan sakit akibat beban kerja berat dalam dua bulan pertama pelaksanaan program MBG. Kondisi tersebut membuatnya khawatir berbagai persoalan teknis di lapangan tidak akan selesai tepat waktu.
"MBG kemarin Ibu Nanik (S Deyang) hebat, Ibu Nanik itu hebat. Tapi beliau saking kerja kerasnya sakit. (Saya bilang), 'Kalau sakit enggak akan selesai Pak Presiden, enggak akan selesai'. Dua bulan MBG enggak akan baik. Ibu Nanik tertekan, sakit emosional," ujar Zulhas dalam acara Penandatanganan Perjanjian Penyaluran Dana Proyek RBP REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 di Jakarta, Rabu (12/8).
Alasan Zulhas Dorong Regenerasi Kepemimpinan BGN
Zulhas menilai penyelesaian persoalan MBG membutuhkan pemimpin dengan stamina lebih prima. Ia pun merekomendasikan sosok yang lebih muda dan sudah terlibat langsung dalam pelaksanaan program agar koordinasi berjalan lebih cepat.
"Saya minta ganti yang muda. (Saya bilang ke Presiden), 'kalau Bapak (Presiden) mau cepat selesai, yang muda'. (Dia jawab), 'oh gitu Pak?'. (Saya jawab), 'iya. lebih cepat lebih bagus. Yang penting mau diskusi mau diajak bicara'," ungkapnya.
Sejak kepemimpinan Sudaryono, Zulhas menilai pelaksanaan MBG mulai menunjukkan perbaikan. "Nah, sekarang agak lumayan, agak lumayan berjalan dengan baik," katanya.
Kronologi Mundurnya Nanik dari Kursi Kepala BGN
Nanik resmi mengundurkan diri pada 22 Juli 2026, setelah hampir dua bulan memimpin BGN sejak 8 Juni. Pengunduran diri ini ia sampaikan langsung kepada Presiden Prabowo dengan alasan kesehatan.
Sehari sebelum pengunduran diri diumumkan, Nanik membagikan kondisi kesehatannya melalui akun Facebook. Ia mengaku terdapat sumbatan pada arteri jantung yang menurut dokter berkaitan dengan kolesterol tinggi dan stres berat selama menjalankan tugas.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui," tulis Nanik.
Meski mundur, Nanik menyebut dirinya masih diminta mengawasi jalannya BGN. Posisinya kemudian digantikan Sudaryono yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Pertanian, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78/P 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.