Pencarian

7 Air Terjun Cantik di Nusa Tenggara Barat untuk Healing, Dari Tersembunyi Hingga Mudah Diakses

Jumat, 24 Juli 2026 • 11:25:31 WIB
7 Air Terjun Cantik di Nusa Tenggara Barat untuk Healing, Dari Tersembunyi Hingga Mudah Diakses
Air Terjun Tiu Kelep di Lombok Utara menyajikan pemandangan air setinggi 45 meter yang mengalir deras sepanjang tahun.

Lombok dan Sumbawa punya lebih dari sekadar pantai. Di balik bukit kapur dan hutan tropisnya, air terjun di NTB menawarkan sensasi healing yang berbeda. Suara gemuruh air, udara sejuk, dan kolam alami jadi magnet bagi warga lokal maupun perantau yang ingin kabur sejenak dari hiruk-pikuk kota.

Dari yang jalurnya ramah pemula hingga butuh trekking ringan, berikut tujuh air terjun yang layak masuk daftar kunjunganmu.

1. Air Terjun Tiu Kelep, Lombok Utara

Berada di kawasan Senaru, Tiu Kelep adalah salah satu air terjun paling ikonik di Lombok. Tingginya sekitar 45 meter dengan debit air yang deras sepanjang tahun. Kolam di bawahnya cukup dalam untuk berenang, dan semprotan airnya terasa menyegarkan setelah trekking 15-20 menit dari pintu masuk Taman Nasional Gunung Rinjani.

Waktu terbaik berkunjung pagi hari sekitar pukul 07.00-09.00 WITA saat cahaya matahari mulai masuk dan kabut tipis masih menyelimuti pepohonan. Jalurnya setapak berbatu dan licin—sepatu anti-slip wajib hukumnya.

2. Air Terjun Sindang Gila, Lombok Barat

Masih satu kawasan dengan Tiu Kelep, Sindang Gila justru lebih mudah diakses. Letaknya tak jauh dari pintu masuk, hanya butuh 5 menit jalan kaki. Air terjun setinggi 40 meter ini punya kolam dangkal di bawahnya yang aman untuk anak-anak.

Yang bikin beda, ada cerita lokal soal asal-usul nama "Sindang Gila" yang konon berasal dari kata "sindang" (singgah) dan "gila" (karena keindahannya bikin orang tergila-gila). Cocok untuk yang malas trekking jauh tapi tetap ingin merasakan atmosfer air terjun.

3. Air Terjun Benang Kelambu, Lombok Tengah

Berada di Desa Aik Berik, air terjun ini punya ciri khas aliran air yang jatuh menyerupai kelambu putih. Tingginya sekitar 25 meter dengan kolam dangkal yang jernih. Tempat ini populer untuk foto-foto karena airnya menyebar tipis di bebatuan.

Akses dari Kota Mataram sekitar 1,5 jam perjalanan darat. Jalur menuju lokasi sudah diaspal, tapi beberapa tikungan sempit. Tiket masuk bervariasi, cek langsung ke tempatnya sebelum berangkat.

4. Air Terjun Jeruk Manis, Lombok Timur

Tersembunyi di kaki Gunung Rinjani, air terjun ini belum terlalu ramai. Namanya unik—bukan karena ada pohon jeruk, tapi karena rasa airnya yang konon segar seperti jeruk. Tingginya sekitar 30 meter dengan kolam alami yang tenang.

Trekking dari desa terdekat memakan waktu 30-40 menit. Medannya menanjak, tapi pemandangan sawah dan hutan tropis jadi kompensasi. Bawa bekal karena tidak ada warung di lokasi.

5. Air Terjun Datu, Sumbawa Barat

Berada di Kecamatan Lunyuk, air terjun ini punya ketinggian mencapai 70 meter—tertinggi di Pulau Sumbawa. Airnya jatuh langsung dari tebing curam dan membentuk kolam besar di bawahnya. Suasana masih alami, jauh dari keramaian.

Akses dari Kota Sumbawa Besar sekitar 3 jam perjalanan. Jalanan sebagian rusak, cocok untuk yang suka petualangan. Tidak ada sinyal seluler di area ini—siapkan mental untuk benar-benar "healing" tanpa gangguan.

6. Air Terjun Mata Jitu, Sumbawa

Lebih dikenal sebagai "Niagara Kecil"-nya Sumbawa, air terjun ini memiliki lebar sekitar 30 meter dengan aliran air yang membentuk tirai. Berada di Kecamatan Empang, lokasinya dekat pantai jadi bisa sekalian main pasir.

Uniknya, air terjun ini punya beberapa tingkatan. Kamu bisa naik ke atas untuk melihat sumber air dari dekat. Tiket masuk bervariasi, cek langsung ke tempatnya. Bawa uang tunai karena mesin EDC belum tentu ada.

7. Air Terjun Mangku Sakti, Lombok Tengah

Berada di Desa Puyung, air terjun ini punya tiga tingkat dengan kolam alami di setiap tingkatannya. Tingkat pertama paling mudah diakses, sementara tingkat ketiga butuh sedikit panjat tebing. Airnya jernih kebiruan, kontras dengan bebatuan hitam di sekitarnya.

Lokasinya sekitar 30 menit dari Bandara Lombok. Cocok untuk yang punya waktu transit dan ingin refreshing singkat. Jam operasional bervariasi, cek jam operasional terbaru sebelum berkunjung.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah air terjun di NTB aman untuk anak-anak?
Tergantung lokasi. Sindang Gila dan Benang Kelambu punya kolam dangkal yang relatif aman. Tiu Kelep dan Datu punya arus deras—tidak disarankan untuk anak kecil tanpa pengawasan ketat.

Kapan musim terbaik untuk mengunjungi air terjun di NTB?
Musim kemarau (April-Oktober) lebih aman karena debit air tidak terlalu deras dan jalur trekking tidak licin. Musim hujan (November-Maret) air terjun lebih deras tapi risiko longsor dan banjir bandang meningkat.

Apakah perlu pemandu lokal untuk ke air terjun?
Untuk Tiu Kelep dan Sindang Gila di kawasan Senaru, pemandu sudah termasuk dalam paket tiket masuk. Untuk Jeruk Manis dan Datu, sangat disarankan karena jalurnya tidak jelas dan sinyal hilang.

Berapa biaya masuk air terjun di NTB?
Harga bervariasi, cek langsung ke tempatnya. Umumnya berkisar antara Rp5.000 hingga Rp20.000 per orang untuk warga lokal, dengan biaya parkir tambahan untuk kendaraan.

Apa yang harus dibawa saat ke air terjun?
Sepatu anti-slip, baju ganti, air minum minimal 1 liter, plastik kedap air untuk ponsel, dan uang tunai. Jangan lupa bawa snack karena tidak semua lokasi punya warung.

Air terjun di NTB bukan sekadar tempat foto. Setiap lokasi punya karakter sendiri—ada yang ramai, ada yang sepi, ada yang gampang dijangkau, ada yang butuh perjuangan. Pilih sesuai kondisi fisik dan waktu yang kamu punya. Yang pasti, suara air dan udara sejuknya akan langsung mengembalikan energi yang terkuras.

Pertanyaan Seputar Berita Ini

Air terjun m?
na di NTB yang aksesnya paling mudah? A: Air Terjun Sindang Gila di Lombok Barat adalah yang paling mudah diakses, hanya butuh 5 menit jalan kaki dari pintu masuk dengan kolam dangkal yang aman untuk anak-anak.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks