MATARAM — Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem pariwisata daerah melalui penguatan produk ekonomi kreatif lokal. Produk ekraf diarahkan menjadi identitas yang melekat pada setiap destinasi pariwisata di NTB.
Momentum Hari Ekonomi Kreatif Nasional menjadi pijakan bagi pemprov untuk memperkuat kolaborasi dan daya saing pariwisata daerah. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB menilai keterkaitan antara destinasi dan produk lokal perlu terus diperkuat.
Mengapa Produk Ekraf Jadi Identitas Destinasi
Produk ekonomi kreatif lokal dinilai mampu memberi ciri khas yang membedakan satu destinasi dengan destinasi lain. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya menikmati lanskap, tetapi juga membawa pulang produk khas daerah.
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB mendorong agar setiap destinasi memiliki identitas produk ekraf yang jelas. Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat daya saing pariwisata NTB di tingkat nasional maupun internasional.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Penguatan ekosistem pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Momentum Hari Ekonomi Kreatif Nasional dimanfaatkan sebagai titik tolak memperkuat komitmen bersama. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan produk, promosi, hingga pemasaran yang terintegrasi dengan paket wisata.
Apa Dampaknya bagi Pelaku UMKM dan Wisatawan
Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, kebijakan ini membuka peluang pasar yang lebih luas. Produk mereka berkesempatan tampil lebih sering di area destinasi wisata yang ramai dikunjungi.
Wisatawan pun memperoleh pengalaman yang lebih utuh. Selain menikmati objek wisata, mereka dapat mengenal kekayaan budaya dan kreativitas lokal NTB melalui produk yang dijual di sekitar destinasi.
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB akan terus mendorong sinergi antara pengelola destinasi dan pelaku ekraf. Penguatan identitas produk lokal menjadi bagian dari strategi jangka panjang memajukan pariwisata Nusa Tenggara Barat.