GIRI MENANG — Saeful Ahkam menyebut kunjungannya ke TPS Pelowok untuk memastikan volume sampah di lokasi itu bisa ditekan. Menurut dia, tumpukan yang meninggi harus segera ditangani agar tidak terus membesar.
"Saya sengaja meluangkan waktu untuk memastikan sampah di area TPS Pelowok Kediri bisa kita kurangi. Tumpukan sudah tinggi. Minimal kita mengurangi, jangan sampai terlalu banyak," ujar Ahkam.
13 Truk dan Satu Loader Dikerahkan, Target Selesai Sebelum Pukul 12.00
Percepatan pengangkutan dilakukan dengan mengerahkan 13 armada truk dan satu loader. Seluruh ritase ditargetkan tuntas sebelum pukul 12.00 Wita, menyesuaikan batas waktu pengangkutan menuju TPA Kebon Kongok.
Di sela peninjauan, Ahkam sarapan bersama petugas Lingkungan Hidup, mulai dari sopir armada hingga petugas kebersihan. Kehadiran orang nomor dua di lingkup Sekretariat Daerah Lombok Barat itu disebut sebagai bentuk perhatian sekaligus motivasi bagi petugas yang setiap hari menangani persoalan sampah.
Imbauan Memilah Sampah dari Rumah
Ahkam juga meminta warga ikut mengambil bagian dengan memilah sampah sejak dari rumah. Imbauan itu menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah dan petugas kebersihan.
"Saya imbau juga kepada masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah," pesannya.
Pemilahan di tingkat rumah tangga mencakup tiga kategori: sampah organik, anorganik yang masih bisa didaur ulang, dan residu. Kebiasaan itu memudahkan pengelolaan sekaligus menekan volume sampah yang berakhir di TPS dan TPA.
Beban Petugas dan Kesadaran Warga Harus Sejalan
Aktivitas pagi di TPS Pelowok memperlihatkan dua hal yang perlu berjalan beriringan. Kesigapan petugas di lapangan menjadi satu sisi, sementara kesadaran warga mengurangi sampah dari rumah menjadi sisi lainnya.
Tanpa pengurangan dari sumbernya, volume sampah yang harus diangkut ke TPA Kebon Kongok dipastikan tetap besar setiap hari. Pemkab Lombok Barat belum menyebut rencana tambahan armada atau perluasan TPS dalam penanganan jangka panjang.