Pencarian

Motul dan McLaren Racing: 9 Bulan, 40 Uji demi Pelumas MCL40

Jumat, 16 Oktober 2026 • 18:47:32 WIB
Motul dan McLaren Racing: 9 Bulan, 40 Uji demi Pelumas MCL40
Motul mengembangkan pelumas gearbox dan diferensial untuk mobil balap McLaren MCL40 melalui kolaborasi sembilan bulan dengan lebih dari 40 tahap pengujian.

NUSA TENGGARA BARAT — Motul mengungkap proses pengembangan pelumas gearbox dan diferensial untuk mobil balap McLaren MCL40 musim 2026, hasil kolaborasi sembilan bulan dengan lebih dari 40 tahap pengujian. Perusahaan asal Prancis ini memakai lintasan Formula 1 sebagai laboratorium formulasi, lalu menurunkan hasilnya ke produk pelumas kendaraan harian. Penghargaan Performance Lubricant of the Year di Indonesia Automotive Awards 2026 jadi penanda bahwa strategi itu diakui pasar lokal.

Motul bukan nama baru di garasi balap. Lebih dari tujuh dekade perusahaan ini menempel di dunia motorsport, dan pengalaman itu dipakai untuk menyempurnakan formulasi pelumas yang harus tahan temperatur tinggi, gesekan, dan beban kerja mesin ekstrem. Fokusnya bukan sekadar mengurangi gesekan antarkomponen, tapi juga menjaga stabilitas temperatur, meminimalkan keausan, dan mempertahankan efisiensi mekanis.

Kolaborasi dengan McLaren Racing Bukan Sekadar Logo di Badan Mobil

Kemitraan teknis Motul dengan McLaren Racing sudah berjalan lebih dari satu dekade dan mencakup berbagai program balap, dari GT3 sampai Formula 1. Untuk musim 2026, tim riset dan pengembangan Motul di Prancis dan Jepang bekerja sama dengan McLaren Racing selama sembilan bulan.

Targetnya spesifik: formulasi khusus bagi gearbox dan diferensial mobil balap MCL40. Proses ini melibatkan lebih dari 40 pengujian, mulai dari seleksi awal, pengujian tribologi untuk mengevaluasi karakteristik gesekan dan pelumasan, penilaian kompatibilitas material, hingga validasi akhir di McLaren Technology Centre, Woking, Inggris.

Kenapa Gearbox dan Diferensial Jadi Titik Kritis

Pelumas yang dikembangkan ditujukan untuk mengoptimalkan efisiensi mekanis dan meningkatkan keandalan sistem transmisi. Formulasi tersebut juga dirancang mempertahankan karakteristik pelumasan di tengah tuntutan kompetisi Formula 1 yang menuntut presisi dan konsistensi tinggi.

Beban kerja gearbox dan diferensial di F1 berbeda dari mesin biasa. Perpindahan gigi terjadi dalam hitungan milidetik, dan komponen di dalamnya bekerja di bawah tekanan serta suhu yang tidak dialami kendaraan penumpang. Dari sinilah Motul mengklaim bisa memetik pelajaran untuk produk konsumennya.

Pengakuan di Pasar Indonesia

Komitmen pengembangan teknologi itu turut mengantarkan Motul meraih penghargaan Performance Lubricant of the Year dalam ajang Indonesia Automotive Awards 2026. Penghargaan ini menempatkan Motul di antara merek pelumas yang bersaing di pasar otomotif nasional, segmen yang sensitif terhadap harga tapi juga makin sadar soal spesifikasi oli.

Kata Motul Soal Formula 1 sebagai Laboratorium

Chief Marketing Officer Motul Asia Pacific, Carlo Savoca, menyebut Formula 1 sebagai lingkungan penting untuk menguji sekaligus menyempurnakan teknologi pelumas.

“Motul selalu berkomitmen untuk mengembangkan teknologi pelumas, dan kolaborasi kami dengan McLaren Racing mempertemukan semangat yang sama terhadap keunggulan teknik dan pengembangan berkelanjutan. Formula 1 menyediakan lingkungan luar biasa untuk menyempurnakan teknologi kami, di mana presisi, performa, dan keunggulan teknik berpadu di tingkat tertinggi,” ujar Carlo Savoca.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Klaim "teknologi balap" adalah bahasa pemasaran yang sering dipakai merek pelumas. Pembeli perlu mencermati spesifikasi teknis yang benar-benar relevan dengan kendaraannya: viskositas (misalnya 0W-20, 5W-30), standar API/ACEA, serta sertifikasi pabrikan seperti JASO untuk motor atau approval spesifik untuk mobil Eropa.

Pengalaman Motul di F1 tidak otomatis berarti semua produk ritelnya memakai formulasi MCL40. Pelumas balap dan pelumas jalanan memiliki basis dan aditif yang berbeda karena tuntutan interval penggantian dan emisi. Pembeli sebaiknya menyesuaikan pilihan dengan buku manual kendaraan dan pola pemakaian, bukan semata-mata mengejar label motorsport.

  • Kelebihan yang bisa diverifikasi:
    • Rekam jejak lebih dari tujuh dekade di motorsport, termasuk kemitraan teknis dengan McLaren Racing di F1 dan GT3
    • Proses pengembangan terdokumentasi: 9 bulan kerja sama R&D, lebih dari 40 pengujian, validasi di McLaren Technology Centre
    • Penghargaan Performance Lubricant of the Year di Indonesia Automotive Awards 2026
    • Portofolio produk luas, mencakup oli mesin, gearbox, dan diferensial untuk berbagai jenis kendaraan
  • Catatan yang perlu dipertimbangkan:
    • Tidak ada data uji independen yang menunjukkan seberapa besar transfer teknologi F1 ke produk ritel
    • Harga produk pelumas Motul umumnya berada di segmen menengah-atas dibanding merek massal
    • Klaim performa sebaiknya dicek terhadap spesifikasi resmi di kemasan, bukan hanya narasi balap

Verdict

Motul memainkan kartu motorsport dengan cukup solid: ada kemitraan teknis nyata, ada proses pengujian yang bisa dilacak, dan ada pengakuan dari ajang industri di Indonesia. Bagi pemilik kendaraan yang memang mencari pelumas dengan spesifikasi sesuai manual dan tidak keberatan membayar lebih untuk merek dengan rekam jejak balap, Motul masuk dalam daftar pertimbangan.

Sebaliknya, kalau prioritas utama adalah harga per liter paling murah atau ketersediaan di bengkel pinggir jalan, merek massal dengan spesifikasi setara tetap jadi opsi rasional. Keputusan akhir tetap bergantung pada viskositas dan standar yang diminta kendaraan Anda, bukan pada seberapa sering logo Motul muncul di lintasan F1.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: otomotif.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks