Pencarian

Bromo Dibuka Kembali 19 September 2026, Wisatawan Dilarang Nyalakan Api

Minggu, 20 September 2026 • 11:18:01 WIB
Bromo Dibuka Kembali 19 September 2026, Wisatawan Dilarang Nyalakan Api

NUSA TENGGARA BARAT — Kawasan wisata Gunung Bromo di Jawa Timur kembali dibuka untuk wisatawan mulai Sabtu (19/9/2026) pukul 00.01 WIB melalui empat pintu masuk, yakni Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang. Pembukaan ini bertepatan dengan libur akhir pekan, sehingga wisatawan bisa kembali menikmati panorama matahari terbit, Pasir Berbisik, hingga Kawah Bromo. Namun ada larangan khusus yang wajib dipatuhi menyusul kebakaran hutan dan lahan yang beberapa hari sebelumnya menutup kawasan ini.

Kawasan wisata Gunung Bromo kembali menerima kunjungan setelah ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pembukaan dilakukan serentak lewat empat pintu masuk dari kabupaten berbeda, memberi wisatawan sejumlah opsi rute sesuai titik keberangkatan.

Di wilayah Probolinggo, salah satu akses utama menuju kawasan Bromo berada di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Jalur ini menjadi favorit karena posisinya yang dekat dengan sejumlah titik pandang matahari terbit.

Destinasi yang Kembali Bisa Dinikmati

Wisatawan dapat kembali mengunjungi sejumlah destinasi unggulan kawasan Bromo. Mulai dari panorama matahari terbit di titik pandang utama, hamparan Pasir Berbisik, hingga mendaki ke bibir Kawah Bromo.

Kepala Satuan Pamobvit Polres Probolinggo AKP Merdhania Previta Shanty mengingatkan bahwa kondisi lingkungan belum sepenuhnya pulih. Jejak kebakaran masih terlihat di sejumlah titik, dengan hamparan vegetasi terbakar yang menyisakan abu.

Larangan Khusus bagi Wisatawan

Petugas menekankan sejumlah aturan yang harus dipatuhi selama berada di kawasan Bromo. Larangan utama adalah menyalakan api dalam bentuk apa pun.

"Jangan menyalakan api atau melakukan aktivitas apa pun yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Jaga kebersihan, kelestarian, serta ketenangan kawasan wisata," kata Merdhania, dikutip dari detikJatim, Minggu (20/9/2026).

Wisatawan juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Aktivitas lain yang berpotensi memicu munculnya api, termasuk penggunaan peralatan pemicu api di area terbuka, perlu dihindari.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

  • Menikmati panorama matahari terbit dari titik pandang utama kawasan Bromo
  • Menjelajah hamparan Pasir Berbisik
  • Mendaki ke bibir Kawah Bromo
  • Berfoto di area yang telah ditentukan petugas

Imbauan Keselamatan di Lapangan

Selain larangan menyalakan api, wisatawan diminta mematuhi arahan petugas dan tetap berada di area yang telah ditentukan. Perubahan cuaca dan kondisi lingkungan di kawasan Bromo perlu diwaspadai selama kunjungan.

Peningkatan jumlah kunjungan diperkirakan terjadi menyusul pembukaan kembali kawasan ini pada akhir pekan. Petugas menekankan, meningkatnya aktivitas wisata harus diiringi kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan.

Dampak bagi Pelaku Jasa Wisata

Pembukaan kembali kawasan Bromo menjadi momentum yang dinantikan para pelaku jasa wisata di sekitarnya. Aktivitas wisata diharapkan kembali menggeliat setelah sebelumnya terdampak penutupan akibat karhutla.

Langkah menjaga kelestarian kawasan diperlukan agar Bromo tetap aman dan kejadian kebakaran hutan dan lahan tidak kembali terjadi. Informasi terkini soal jam operasional dan ketentuan kunjungan dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau petugas di pintu masuk.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks