Pencarian

Bromo Kembali Dibuka Setelah Karhutla, Tiket 19-30 September Tetap Berlaku

Sabtu, 19 September 2026 • 14:03:31 WIB
Bromo Kembali Dibuka Setelah Karhutla, Tiket 19-30 September Tetap Berlaku

NUSA TENGGARA BARAT — Kawasan wisata Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kembali dibuka untuk kunjungan mulai Sabtu 19 September 2026 pukul 00.01 WIB setelah dinyatakan aman dari kebakaran hutan dan lahan. Wisatawan yang sudah memegang tiket periode 19-30 September 2026 bisa langsung masuk sesuai tanggal tercantum, tanpa perlu membeli ulang. Pembukaan ini ditetapkan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru lewat surat pengumuman resmi bernomor PG.25/T.8/TU/HMS.01.07/B/09/2026.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha memutuskan membuka kembali kawasan wisata Bromo bagi pengunjung. Keputusan diambil setelah tim melakukan peninjauan terhadap sejumlah aspek, mulai dari keselamatan pengunjung, daya dukung kawasan, hingga keberlangsungan perekonomian masyarakat sekitar.

Penutupan sebelumnya diberlakukan menyusul peristiwa kebakaran yang melanda kawasan tersebut. Kini status kawasan dinyatakan aman dan aktivitas wisata bisa berjalan normal kembali.

Aturan Tiket yang Sudah Dibeli Sebelumnya

Wisatawan yang sudah memiliki tiket kunjungan untuk periode 19-30 September 2026 dapat memasuki kawasan Bromo sesuai tanggal yang tercantum. Tidak ada kewajiban membeli tiket baru bagi pemegang tiket lama.

"Jadi tanpa perlu melakukan pembelian tiket kembali dan tiket itu tidak dapat di-reschedule maupun refund," ujar Rudijanta.

Ketentuan ini penting dicatat, terutama bagi yang berencana mengubah jadwal. Tiket yang sudah terbit tidak bisa digeser tanggalnya maupun dikembalikan dananya.

Refund dan Reschedule Selama Penutupan

Data Balai Besar TNBTS mencatat ada 200 transaksi pengajuan refund tiket maupun reschedule kunjungan. Transaksi itu berasal dari kelompok wisata dengan rata-rata anggota empat sampai enam orang.

Mereka adalah wisatawan yang semula dijadwalkan berkunjung ke Gunung Bromo pada 12-18 September 2026. Rencana itu batal akibat penutupan kawasan pascakebakaran.

Selama periode tersebut, TNBTS memperkirakan Bromo akan dikunjungi 2.429 orang. Sementara kuota kunjungan harian ditetapkan 2.752 orang, sehingga permintaan pada rentang tanggal itu masih di bawah batas kapasitas.

Imbauan untuk Wisatawan

Rudijanta mengingatkan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran di dalam kawasan. Membuat perapian dan membuang puntung rokok sembarangan termasuk yang dilarang.

"Segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap, bara, titik api, maupun kondisi lain yang bisa memicu kebakaran," ujarnya.

Laporan cepat ke petugas lapangan membantu penanganan sebelum api membesar. Kondisi cuaca kering di kawasan pegunungan membuat risiko kebakaran tetap perlu diwaspadai meski status kawasan sudah dinyatakan aman.

Yang Perlu Disiapkan Sebelum Berangkat

Pastikan tanggal kunjungan di tiket sesuai rencana perjalanan, karena tidak ada opsi refund atau reschedule untuk tiket periode 19-30 September 2026. Bawa perlengkapan hangat mengingat suhu Bromo pada dini hari bisa sangat rendah, terutama bagi yang mengejar momen matahari terbit di Penanjakan.

Informasi terkini soal kuota harian dan kondisi kawasan dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi Balai Besar TNBTS atau dinas pariwisata setempat sebelum keberangkatan.

Durasi ideal untuk menikmati Bromo adalah dua hari satu malam, cukup untuk mengejar sunrise, menyeberangi lautan pasir, dan mendaki kawah tanpa terburu-buru.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks