MATARAM — Ketua Umum DPP APWI Dr. Ir. Sugihardjo, M.Si. membuka Jamnas APWI IV pada Sabtu pagi (19/9/2026). Pembukaan diawali Tari Tembolak Beak, tarian penyambutan bagi peserta dari berbagai penjuru Tanah Air. Mengusung tema "Widyaiswara sebagai Penggerak Inovasi dan Kinerja ASN Unggul untuk Birokrasi Adaptif dan Berdaya Saing Global Menuju Indonesia Emas 2045", forum ini menegaskan posisi widyaiswara sebagai katalisator perubahan, bukan sekadar pengajar konvensional.
170 Karya Inovasi dari 114 Peserta Luring dan Daring
Jamnas APWI IV diikuti 114 peserta dengan total 170 karya inovasi dan kreativitas. Sebanyak 63 peserta hadir secara luring dengan 99 karya, sedangkan 52 peserta mengikuti secara daring dengan 71 karya.
Kegiatan juga didahului Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional Widyaiswara. Dari 101 artikel dan naskah yang masuk, 98 naskah dinyatakan lolos seleksi.
Wagub NTB: Widyaiswara Punya Posisi Strategis
Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, yang akrab disapa Umi Dinda, menegaskan bahwa menjadi tuan rumah bukan sekadar menyediakan tempat. NTB ingin membuka ruang untuk berbagi gagasan, bertukar pengalaman, membangun jejaring, dan melahirkan kerja bersama.
Menurut Wagub, widyaiswara memiliki posisi strategis. Mereka tidak cukup mengajarkan ASN bagaimana bekerja, tetapi membantu aparatur memahami apa yang sedang berubah, apa yang akan datang, dan bagaimana organisasi harus meresponsnya.
Di tengah perubahan teknologi, pemerintah dituntut bekerja semakin cepat. Namun kecepatan tersebut tetap harus berjalan bersama ketepatan, sisi kemanusiaan, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat.
Penguatan SDM Aparatur Jadi Bagian Pembangunan Daerah
Bagi NTB, agenda Jamnas sejalan dengan upaya membangun pemerintahan yang semakin adaptif. Penguatan kualitas SDM aparatur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah.
Pemerintah membutuhkan ASN yang mau belajar, mau berubah, dan mampu bekerja sama. Wagub berharap Jamnas tidak berhenti sebagai forum selama tiga hari.
"Bawa pulang gagasannya, bawa pulang praktik baiknya, bawa pulang jejaringnya, dan yang paling penting, bawa pulang semangat untuk melakukan perubahan," pesan Wagub.
Keberhasilan Jamnas Diukur dari Perubahan Nyata
Gagasan yang diperoleh peserta harus kembali ke tempat kerja. Praktik baik dari satu daerah dapat dipelajari dan dikembangkan di daerah lainnya.
Keberhasilan Jamnas tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau karya yang dihasilkan. Yang lebih penting adalah seberapa jauh gagasan yang lahir di NTB dibawa pulang, diterapkan, dan memberi perubahan pada kualitas ASN, birokrasi, serta pelayanan publik kepada masyarakat.