BIMA — Camat Ambalawi, Arysad, menyampaikan permintaan maaf atas pemberian hadiah dalam MTQ tingkat kecamatan yang dinilai tidak wajar. Juara umum perseorangan menerima amplop kosong, sedangkan peraih peringkat tiga hanya mendapat Rp 100 ribu.
Kejadian itu pertama kali diungkap keluarga peraih juara melalui akun Facebook Iwannda Kole. Pemilik akun menyatakan kekecewaannya kepada panitia, terutama karena peraih juara berasal dari keluarga kurang mampu.
"Memang keluarga kami ekonominya di bawah rata-rata, tetapi tidak seharusnya kalian mempermainkan seperti itu," tulis Iwannda, dikutip dari detikBali.
Kronologi Amplop Kosong untuk Juara Umum
Qori yang meraih juara umum bernama Mulyadin. Ia seharusnya menerima hadiah satu unit kulkas dari panitia. Sementara peraih juara tiga, Arif Rahman, hanya mendapat uang Rp 100 ribu.
Arysad menjelaskan, hadiah uang dalam amplop untuk juara umum dikosongkan karena yang bersangkutan sudah menerima kulkas. Tujuannya agar tidak terjadi pemberian hadiah ganda.
"Atas nama panitia kami sampaikan permintaan maaf sebesar-sebesarnya," kata Arysad.
Namun, panitia tidak menyampaikan hal itu saat penyerahan hadiah. Akibatnya, muncul kesan yang tidak baik di tengah masyarakat.
Anggaran MTQ dan Alasan Hadiah Rp 100 Ribu
Anggaran pelaksanaan MTQ 2026 di Kecamatan Ambalawi disebut menghabiskan Rp 20 juta hingga Rp 30 juta. Dana itu digunakan untuk kebutuhan dewan hakam atau juri, serta operasional kegiatan.
Biaya operasional mencakup makan minum, sewa kursi, tenda, sound system, dan listrik selama kegiatan berlangsung. Selain itu, ada sumbangan Rp 5 juta dari Bupati Bima, Ady Mahyudin.
"Untuk dana Rp 5 juta sumbangan dari Bupati Bima digunakan panitia untuk biaya tambahan kegiatan dan operasional," jelas Arysad.
Soal hadiah Rp 100 ribu untuk peringkat tiga, Arysad menyebut hal itu terjadi karena keterbatasan anggaran yang tersedia.
Keluarga Minta Panitia Tinjau Ulang Hadiah
Iwannda meminta panitia meninjau kembali hadiah yang diberikan kepada para juara MTQ tingkat Kecamatan Ambalawi. Menurutnya, anggaran kegiatan seharusnya cukup untuk memberikan penghargaan yang layak.
Ia menyebut total anggaran MTQ mencapai Rp 22 juta, ditambah Rp 5 juta dari Bupati Bima. Jumlah itu dinilai tidak sebanding dengan hadiah yang diterima para juara.
"Entah ini sengaja atau keliru memberikan hadiah. Yang jelas ini bukan sekadar penghinaan, tetapi murni penipuan," ungkap Iwannda.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari panitia MTQ Kecamatan Ambalawi maupun Pemerintah Kabupaten Bima terkait tuntutan peninjauan ulang hadiah tersebut.