MATARAM — Rencana revitalisasi Museum NTB mulai menemui titik terang. Kementerian Kebudayaan telah mengalokasikan dana sebesar Rp 3 miliar untuk merombak tatanan museum kebanggaan warga Lombok itu, dengan pekerjaan fisik dijadwalkan bergulir pada September 2026.
Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menyatakan optimistis proyek ini bisa tuntas tepat waktu. "Insyaallah, mulai bulan September 2026 akan dilakukan revitalisasi dan diharapkan akhir Desember 2026 sudah selesai," ujarnya, Jumat (21/8/2026).
Menghadirkan Bukti NTB sebagai Sentral Perdagangan Dunia
Setelah proses revitalisasi berjalan, pengunjung tidak akan lagi melihat museum dengan wajah lamanya. Salah satu perubahan paling signifikan adalah hadirnya ruang pamer khusus yang didedikasikan untuk mengisahkan perdagangan internasional di NTB.
Menurut Ahmad Nuralam, ruang ini menjadi penting untuk meluruskan persepsi publik. "Adanya tempat pameran khusus tentang perdagangan internasional, membuktikan NTB bukan pulau yang berada di ujung dunia yang tidak memiliki akses tapi NTB merupakan sentral perdagangan dunia dari abad 12 hingga abad 20," katanya.
Anggaran dan Cakupan Pekerjaan
Dana Rp 3 miliar yang digelontorkan pemerintah pusat akan difokuskan pada penataan ulang interior dan tata pamer museum. Dengan durasi pengerjaan sekitar empat bulan, revitalisasi ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperkuat fungsi museum sebagai ruang edukasi sejarah.
Proyek ini menjadi angin segar bagi pelestarian budaya di NTB. Pasalnya, museum yang menyimpan berbagai koleksi benda bersejarah ini selama ini dinilai belum optimal dalam menyajikan informasi kepada generasi muda.
Ke depan, publik menantikan agar pembenahan tidak hanya berhenti pada fisik bangunan, tetapi juga pengelolaan koleksi dan program edukasi yang lebih interaktif. Dengan begitu, Museum NTB bisa menjadi destinasi wisata edukasi yang mampu bersaing dengan museum-museum besar di Indonesia.