NUSA TENGGARA BARAT — Penyanyi pop Ariana Grande melontarkan kritik tajam di kolom komentar unggahan akun TikTok Team Trump. Ia meminta agar tim kampanye tersebut tidak pernah lagi menggunakan musiknya sebagai latar video.
Unggahan yang dimaksud menampilkan video Presiden AS berjalan menuju podium dengan teks di bagian atas: "Me and my truth we sit in silence… Men can't have babies and should never compete in women's sports." Caption unggahan itu berbunyi, "This shouldn't be controversial! #trump #arianagrande #maga."
Grande merespons langsung di kolom komentar, "Never use my music again. Also, your truth is false."
Bukan Konflik Pertama dengan Pemerintahan Trump
Ini adalah kali kedua dalam dua bulan terakhir Grande menegur pemerintahan Trump. Pada Juni lalu, Gedung Putih memakai versi lagu "Bye" dalam unggahan TikTok yang menampilkan agen ICE menangkap dan memborgol orang-orang.
Saat itu, Grande menulis komentar yang tidak kalah tegas: "Please do not ever use my music in relation to this barbaric, inhumane, heinous nonsense. Fck ice." Timnya kemudian berhasil menghapus audio lagu tersebut dari unggahan itu.
Namun, untuk unggahan yang memakai "We Can't Be Friends" kali ini, lagu tersebut masih terdengar di video hingga artikel ini ditulis.
Musisi Lain Juga Protes
Grande bukan satu-satunya musisi yang bersuara. Taylor Swift dan Bad Bunny baru-baru ini meminta lagu mereka dihapus dari unggahan pemerintahan Trump. Noah Kahan juga mengambil sikap tegas pada akhir Juli setelah lagunya "American Cars" dipakai di Instagram resmi Gedung Putih.
"Would never approve of my music being used in support of you or this administration," tulis Kahan saat itu.
Perwakilan Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar dari Variety.
Konflik antara musisi dan pemerintahan Trump soal penggunaan karya tanpa izin ini terus berulang. Para artis umumnya keberatan karena pesan politik yang dibawakan tidak sejalan dengan nilai yang mereka anut.