NUSA TENGGARA BARAT — Janji itu disampaikan Fairuz Montana di tengah persiapan turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 2026 mendatang. Ia menegaskan anak asuhnya tidak akan tampil setengah-setengah dan siap memberikan kejutan di kandang lawan.
“Kami datang untuk bersaing, bukan sekadar memenuhi undangan. Skuad kami siap tampil memukau demi meraih hasil maksimal melawan Indonesia,” ujar Fairuz dalam keterangan resminya, Senin (15/4).
Ambisi Besar di Kandang Lawan
Bagi Malaysia, laga kontra Indonesia selalu memiliki gengsi tersendiri. Fairuz menyebut rivalitas kedua negara menjadi motivasi ekstra bagi para pemain mudanya untuk tampil percaya diri. Ia menilai atmosfer pertandingan yang panas justru akan membuat permainan timnya semakin hidup.
“Kami tahu Indonesia akan mendapat dukungan penuh dari suporter. Justru itu yang membuat laga ini menarik dan kami siap menghadapi tekanan tersebut,” tambahnya.
Persiapan Matang dan Target Utama
Fairuz menegaskan persiapan timnya berjalan intensif, dengan fokus pada penyempurnaan taktik dan mental bertanding. Ia juga memastikan seluruh pemain dalam kondisi prima dan tidak ada masalah cedera yang berarti menjelang turnamen.
Target jangka pendek Malaysia adalah tampil kompetitif di setiap laga. Namun, secara spesifik, laga melawan Garuda Pertiwi menjadi prioritas untuk diamankan demi membangun kepercayaan diri di babak-babak selanjutnya.
“Kemenangan atas Indonesia akan menjadi modal penting. Kami ingin memulai turnamen dengan hasil positif dan menunjukkan perkembangan sepak bola putri Malaysia di level Asia Tenggara,” tegas Fairuz.
Srikandi Merdeka Cup 2026: Panggung Pembuktian
Srikandi Merdeka Cup 2026 menjadi ajang pemanasan yang ideal bagi kedua tim muda sebelum menghadapi kompetisi resmi lainnya. Bagi Indonesia, turnamen ini juga menjadi kesempatan untuk menguji kekuatan skuad asuhannya di hadapan publik sendiri.
Dengan janji tampil memukau dari kubu Malaysia, laga ini dipastikan berjalan sengit dan menarik untuk dinantikan. Pertanyaan besarnya kini, mampukah Garuda Pertiwi membungkam ambisi besar tim tamu di depan para pendukungnya sendiri?