Pencarian

Posisi Berkendara Tepat di Jalan NTB: Jangan Terpaku di Tengah Lajur, Ini Risiko Tergelincir dan Cara Aman

Kamis, 23 Juli 2026 • 15:43:01 WIB
Posisi Berkendara Tepat di Jalan NTB: Jangan Terpaku di Tengah Lajur, Ini Risiko Tergelincir dan Cara Aman
Posisi berkendara di tengah lajur berisiko tinggi akibat material berbahaya seperti pasir, kerikil, dan tumpahan oli.

MATARAM — Masih banyak pengendara sepeda motor di NTB yang menganggap posisi tepat di tengah lajur sebagai yang teraman dalam segala situasi. Anggapan itu tidak sepenuhnya benar dan justru bisa membahayakan.

Satria Wiman Jaya, Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, menjelaskan bahwa posisi berkendara bukanlah sesuatu yang tetap. Pengendara harus mampu membaca kondisi jalan dan memilih posisi yang paling aman sesuai situasi.

"Posisi berkendara bukan sesuatu yang bersifat tetap. Pengendara harus mampu membaca kondisi jalan dan memilih posisi yang paling aman sesuai situasi. Jangan terpaku berada di tengah lajur hanya karena dianggap sebagai posisi yang paling aman," ujar Satria dalam keterangan yang diterima Suara NTB.

Mengapa Bagian Tengah Lajur Berbahaya?

Pada banyak ruas jalan di NTB, bagian tengah lajur kerap menjadi tempat berkumpulnya material berbahaya. Pasir, kerikil, lumpur, hingga tumpahan oli dari kendaraan lain sering ditemukan di area tersebut.

Material-material itu dapat mengurangi daya cengkeram ban secara signifikan. Risiko tergelincir semakin tinggi, terutama saat pengendara melakukan pengereman mendadak atau melewati tikungan.

Genangan air di tengah jalan juga patut diwaspadai. Genangan yang tampak dangkal bisa menutupi lubang, batu, atau permukaan jalan yang rusak. Satria menyarankan pengendara untuk tidak melintasi genangan secara sembarangan dan selalu mengurangi kecepatan jika kondisi jalan tidak bisa dipastikan.

5 Kebiasaan untuk Mengurangi Risiko Kecelakaan

Selain memilih posisi yang tepat, terdapat beberapa kebiasaan sederhana yang dapat meningkatkan keselamatan saat berkendara di jalan raya:

  • Jangan terpaku pada satu posisi. Lakukan penyesuaian posisi apabila terdapat pasir, kendaraan parkir, lubang, atau aktivitas pengguna jalan di salah satu sisi.
  • Jaga jarak aman minimal tiga detik dengan kendaraan di depan. Jarak ini memberi waktu untuk mengerem secara bertahap atau berpindah posisi jika bahaya muncul tiba-tiba.
  • Milikilah ruang evakuasi (escape route). Hindari berkendara terlalu rapat dengan kendaraan lain agar masih ada ruang untuk menghindar jika kendaraan di depan berhenti mendadak.
  • Arahkan pandangan jauh ke depan. Jangan hanya fokus pada kendaraan di depan motor. Memindai kondisi lalu lintas beberapa detik ke depan memberi waktu lebih untuk mengenali lubang, kendaraan yang melambat, atau pejalan kaki.
  • Lakukan perpindahan posisi secara bertahap dengan tetap memperhatikan kaca spion dan kondisi lalu lintas di sekitar. Hindari manuver mendadak yang bisa mengejutkan pengguna jalan lain.

Manfaatkan Seluruh Lebar Lajur Secara Bijaksana

Menurut Satria, pengendara sebaiknya memanfaatkan seluruh lebar lajur secara bijaksana. Posisi kiri atau kanan lajur dapat dipilih sesuai kondisi jalan, selama masih berada dalam lajur yang digunakan dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Dengan menyesuaikan posisi, pengendara bisa memperoleh sudut pandang yang lebih luas sekaligus menghindari potensi bahaya di permukaan jalan. Prinsip utamanya adalah visibilitas terbaik, ruang gerak yang cukup, dan daya cengkeram ban yang optimal.

"Posisi terbaik saat berkendara bukan berarti selalu berada di tengah lajur. Posisi terbaik adalah posisi yang memberikan pandangan lebih luas, ruang gerak yang cukup, dan memungkinkan pengendara bereaksi lebih cepat terhadap setiap potensi bahaya," tutup Satria.

Melalui edukasi keselamatan berkendara yang terus dilakukan, Astra Motor NTB mengajak masyarakat untuk menerapkan kebiasaan berkendara yang lebih antisipatif. Dengan memilih posisi yang tepat, menjaga jarak aman, dan selalu memiliki ruang evakuasi, risiko kecelakaan di jalan raya dapat diminimalkan.

Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks