Pencarian

Pemkab Sumbawa Targetkan Angka Stunting Turun 7 Persen di 2026, Fokus pada 7 Desa di 7 Kecamatan

Senin, 13 Juli 2026 • 15:33:01 WIB
Pemkab Sumbawa Targetkan Angka Stunting Turun 7 Persen di 2026, Fokus pada 7 Desa di 7 Kecamatan
Pemkab Sumbawa menargetkan penurunan angka stunting sebesar tujuh persen pada 2026 dengan fokus intervensi di tujuh desa prioritas di tujuh kecamatan.

SUMBAWA BESAR — Pemkab Sumbawa tidak hanya menyasar balita, tetapi juga keluarga berisiko stunting (KRS) yang jumlahnya mencapai 16.299 keluarga. Keluarga-keluarga ini dinilai rentan karena memiliki ibu hamil, ibu menyusui, balita, atau calon pengantin. “KRS inilah yang akan kita intervensi jangan sampai muncul kasus stunting baru,” ujar Sarip kepada Suara NTB, pekan kemarin.

Tujuh Desa Prioritas Penanganan Stunting

Pemkab Sumbawa memusatkan intervensi di tujuh desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Berikut daftar desa dan kecamatan yang menjadi lokus prioritas penurunan stunting:

  • Kecamatan Moyo Utara: Desa Pungkit dan Desa Penyaring
  • Kecamatan Lunyuk: Desa Emang Lestari dan Desa Padasuka
  • Kecamatan Sumbawa: Kelurahan Brang Biji dan Kelurahan Uma Sima
  • Kecamatan Labuhan Badas: Desa Labuhan Haji
  • Kecamatan Batulanteh: Desa Baturotok
  • Kecamatan Labangka: Desa Sukamulya dan Desa Labangka
  • Kecamatan Tarano: Desa Labuhan Jambu

Penyebab Stunting Tak Hanya Gizi Buruk

Sarip mengungkapkan, faktor utama stunting adalah asupan gizi yang tidak maksimal pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. Namun, ia menekankan bahwa persoalan ini lebih kompleks dari sekadar kecukupan gizi. “Pernikahan anak di bawah umur dan masalah lingkungan seperti akses air bersih, kualitas udara, dan tanah juga menjadi pemicu,” jelasnya.

Ia mencontohkan kondisi di Kelurahan Uma Sima, di mana banyak rumah tidak layak huni dan menjadi salah satu faktor risiko. Ironisnya, rumah-rumah tersebut tidak bisa diintervensi karena tanahnya berstatus sewa. “Penanganan masalah stunting ini cukup kompleks, karena kita tidak hanya melihat kecukupan gizi saja melainkan dari segi lingkungan dan rumah juga menjadi perhatian,” tukasnya.

15 OPD dan Sektor Swasta Dilibatkan

Pemkab Sumbawa telah membentuk tim terpadu yang terdiri dari 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengintervensi masalah stunting secara konvergen. Selain itu, pihak eksternal dan swasta juga akan dilibatkan dalam program pencegahan. Sarip menyebutkan, program unggulan yang sudah berjalan adalah Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). “Kami akan terus mendorong tokoh agama dan masyarakat untuk bersama-sama menangani stunting,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks