PRAYA — Dosen STMIK Lombok menggandeng kader Posyandu dan orang tua balita di Lombok Tengah untuk melek teknologi. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun Pendanaan 2026, mereka memperkenalkan website sebagai media edukasi tumbuh kembang balita yang terintegrasi dengan layanan Posyandu.
Program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong perguruan tinggi memberikan kontribusi nyata lewat penerapan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat. Kegiatan yang diketuai Sofiansyah Fadli, M.Kom., ini berlangsung selama empat hari dengan melibatkan 10 kader Posyandu, 8 orang tua balita, dan 2 tenaga kesehatan.
Website Jadi Sarana Baru Edukasi dan Layanan Posyandu
Kehadiran website ini diharapkan mempermudah kader dan orang tua dalam mengakses informasi seputar tumbuh kembang balita. Sebelumnya, edukasi hanya mengandalkan pertemuan tatap muka di Posyandu yang rutinitasnya terbatas.
Ketua STMIK Lombok, Maulana Ashari, M.Kom., menegaskan bahwa transformasi digital harus menyentuh kebutuhan riil masyarakat. “Pemanfaatan website dalam kegiatan Posyandu merupakan salah satu langkah untuk mendekatkan teknologi kepada masyarakat sekaligus memperkuat edukasi dan pelayanan,” ujarnya.
Empat Tahap Pelatihan: dari Literasi Digital hingga Praktik Langsung
Pelatihan dirancang tidak hanya memberikan teori, tetapi juga keterampilan praktis. Sofiansyah menjelaskan, peserta diajak memahami pentingnya literasi digital terlebih dahulu sebelum diperkenalkan pada pengelolaan website.
“Kami ingin peserta tidak hanya mengetahui bahwa teknologi dapat digunakan untuk mendukung Posyandu, tetapi juga mampu menggunakannya secara langsung,” ungkap Sofiansyah.
Tahapan kegiatan dimulai dari sosialisasi program, pelatihan dasar pengelolaan website, praktik penerapan teknologi, hingga pendampingan dan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan program.
Kemampuan Kader Meningkat, Orang Tua Kini Melek Informasi Digital
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan yang signifikan. Para kader dinilai telah mampu mengelola website sebagai media pendukung edukasi dan layanan Posyandu, sementara orang tua balita mengalami peningkatan pemahaman terkait pemanfaatan media digital.
Ketua Tim Penggerak Posyandu, Asti Emisi Habibah, menyambut baik program ini. Menurutnya, teknologi menjadi sarana tambahan bagi kader dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. “Dengan adanya pelatihan ini, kader menjadi lebih memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan dalam kegiatan Posyandu,” katanya.
Website yang telah tersedia secara daring ini pun bisa terus diakses oleh peserta kapan saja, memastikan edukasi tumbuh kembang balita berlanjut meski pelatihan telah usai.