Pencarian

Gempa M7,7 Guncang Nusa Tenggara Timur, BPBD Kabupaten Bima Catat 8 Rumah dan Kantor Camat Lambitu Rusak

Minggu, 16 Agustus 2026 • 11:22:01 WIB
Gempa M7,7 Guncang Nusa Tenggara Timur, BPBD Kabupaten Bima Catat 8 Rumah dan Kantor Camat Lambitu Rusak
Gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur menyebabkan delapan rumah warga dan Kantor Camat Lambitu di Kabupaten Bima mengalami kerusakan.

BIMA — Guncangan gempa bumi tektonik magnitudo 7,7 yang berpusat di laut Flores tidak hanya memicu kepanikan, tetapi juga merusak belasan bangunan di Kabupaten Bima. Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bima hingga pukul 18.00 Wita, delapan rumah warga dan satu fasilitas pemerintah terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi, dari rusak ringan hingga berat.

BMKG menyebut gempa yang terjadi Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 Wita ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar naik Flores Back-Arc Thrust. Pusat gempa berada di laut, 30 kilometer di timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada kedalaman 15 kilometer.

Kantor Camat Lambitu Retak, Dua Rumah di Desa Soro Rusak Berat

Bangunan Kantor Camat Lambitu menjadi salah satu fasilitas pemerintah yang terdampak. Kalak BPBD Kabupaten Bima, Abdul Muis, mengatakan tembok aula kantor camat mengalami retakan sepanjang tiga meter.

"Di Kecamatan Lambitu, bangunan Kantor Camat Lambitu mengalami kerusakan berupa retakan pada tembok aula sepanjang tiga meter," jelas Abdul Muis.

Kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Lambu. Dua rumah panggung di Desa Soro dilaporkan rusak, satu di antaranya milik M. Saleh yang mengalami rusak berat setelah 12 tiang rumah roboh. Kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta. Rumah milik Fujiah di desa yang sama mengalami rusak sedang dengan kerugian sekitar Rp5 juta.

Rumah Warga di Lanta Barat, Rabakodo, dan Monta Ikut Terdampak

Di Desa Lanta Barat, Kecamatan Lambu, rumah milik Suhardin mengalami kerusakan ringan setelah tembok dapur berukuran 2x2 meter roboh. Sementara di Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, rumah milik M. Nasir rusak pada bagian dapur dengan estimasi kerugian sekitar Rp2 juta.

Kecamatan Monta juga mencatatkan kerusakan. Dua rumah di Desa Tolotangga milik Mustamin dan M. Rangga mengalami kerusakan ringan berupa tembok belakang yang roboh dan retakan pada dinding ruang keluarga. Rumah milik Rahmi Ibrahim di Desa Tolouwi juga rusak setelah tembok kamar tidur utama ambruk.

300 Warga Evakuasi Mandiri, Satu Nelayan Luka akibat Panik

Getaran yang dirasakan cukup kuat di Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu membuat warga panik. Sebanyak 300 warga dari Desa Sangia, Desa Poja, Desa Bugis di Kecamatan Sape, serta Desa Lambu di Kecamatan Lambu, memilih mengungsi ke dataran tinggi sebagai antisipasi peringatan dini tsunami.

Seorang nelayan asal Desa Bugis, Kecamatan Sape, Damar (21), mengalami luka robek pada kaki akibat panik saat terjadi gempa. Korban saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Sape.

BPBD Kabupaten Bima bersama aparat kecamatan, TNI, Polri, dan pemerintah desa terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lokasi terdampak. Dinas Sosial Kabupaten Bima telah menyalurkan bantuan makanan bagi warga yang mengungsi di dataran tinggi.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan. Masyarakat diminta memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan BMKG melalui saluran komunikasi yang terverifikasi.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kicknews.today

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks