NUSA TENGGARA BARAT — Fenomena langka terjadi di pasar mobil listrik Amerika Serikat. Alih-alih menumpuk di halaman dealer, Hyundai IONIQ 5 justru ludes terjual. Beberapa diler melaporkan kehabisan stok, memaksa calon pembeli menaruh uang muka untuk unit yang belum tersedia di lokasi.
Video terbaru dari kanal YouTube TheIoniqGuy mengungkap situasi ini. Beberapa konsumen disebut sudah membayar down payment untuk IONIQ 5 baru karena tidak ada satu pun unit siap jual di lot dealer. Kondisi serupa dikonfirmasi oleh stasiun berita lokal WCAX di Vermont yang melaporkan Burlington Hyundai kehabisan stok dan kini memiliki daftar tunggu. Stevinson Hyundai di Frederick, Colorado, juga mengalami nasib yang sama.
Strategi Harga dan Insentif yang Membuahkan Hasil
Lonjakan permintaan ini bukan tanpa sebab. Setelah kredit pajak federal berakhir pada September lalu, Hyundai bergerak cepat. Perusahaan memangkas harga 2026 IONIQ 5 hingga hampir US$10.000 (sekitar Rp 160 juta) di beberapa varian. Langkah ini disebut sebagai komitmen Hyundai untuk menjaga keterjangkauan harga.
Ditambah dengan program insentif agresif, penawaran menjadi sulit ditolak. Hyundai menjalankan program 0% APR hingga 72 bulan plus diskon tambahan US$1.000 dan pembayaran nol selama 90 hari melalui gelaran "Getaway Summer Sales Event" yang berlangsung hingga Hari Buruh. Untuk skema sewa, IONIQ 5 varian standar bisa didapatkan mulai US$269 per bulan (24 bulan, DP US$3.999). Varian jarak tempuh lebih panjang dengan estimasi EPA hingga 318 mil hanya US$279 per bulan.
Faktor Pendorong: Harga BBM dan Siklus Ganti Unit
Kenaikan harga BBM di AS ikut mendorong konsumen beralih ke kendaraan yang lebih efisien. Menurut data Kelley Blue Book, penjualan EV di AS pada kuartal kedua 2026 mencapai lebih dari 247.000 unit, naik 14,7% dibanding kuartal pertama.
Faktor lain adalah siklus penggantian unit. Banyak kontrak sewa untuk IONIQ 5 model tahun 2023 dan 2024 yang berakhir, mendorong penyewa lama mencari teknologi dan fitur terbaru. Hyundai mengonfirmasi hal ini saat mengajak media termasuk Electrek mengunjungi Metaplant pada April lalu. Pabrikan Korea itu menyebut IONIQ 5 memiliki tingkat konversi pelanggan baru (conquest rate) tertinggi di segmen SUV dua baris, mencapai 69,8% tahun lalu. Angka ini bahkan lebih tinggi dari IONIQ 9 yang mencapai 64,3%.
IONIQ 5 2026: Baterai Besar, Port NACS, dan Harga Mulai US$35.000
Model 2026 yang diproduksi di pabrik AS ini membawa pembaruan signifikan. Baterai lebih besar memberikan jarak tempuh hingga 318 mil. IONIQ 5 juga menjadi salah satu EV non-Tesla pertama yang mengadopsi port pengisian NACS. Dengan harga mulai US$35.000 (sekitar Rp 560 juta), SUV listrik ini bersaing langsung dengan Toyota bZ4X dan Chevrolet Equinox EV. Namun, kombinasi insentif dan produksi lokal membuat IONIQ 5 sedikit lebih murah di tangan konsumen.
Meski beberapa dealer kehabisan stok, pencarian cepat di situs Hyundai atau EVfinder.com masih menunjukkan banyak unit tercatat. Perbedaannya, unit-unit itu tidak berada di lot dealer, melainkan masih dalam perjalanan atau di gudang penyimpanan. Situasi ini menandakan permintaan yang melampaui pasokan di titik penjualan tertentu.