LOMBOK TENGAH — Abdul Muti secara khusus meminta pelajar menjauhkan ponsel saat tidur demi menjaga kesehatan otak. “Tetap bijak dalam menggunakan media sosial, jaga otak, jangan begadang karena main handphone,” kata Muti di hadapan siswa SMAN 2 Praya.
Ia bahkan memberikan tips konkret: taruh handphone satu meter dari tempat tidur. “Jangan meniduri hp dan jangan ditidurkan hp. Sayangi otak untuk masa depan yang gemilang. Jangan jadi manusia kelelawar, jangan begadang,” tegasnya.
Dampak Buruk Medsos dan Narkoba Jadi Perhatian
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan juga mengajak para pelajar menjauhi narkoba, tidak melakukan perundungan (bullying), maupun tindakan lain yang merugikan diri sendiri dan orang lain. “Biasakan melakukan hal yang baik, supaya sukses,” ujarnya.
Ia menilai aktivitas MPLS di SMAN 2 Praya berjalan cukup baik dan sesuai ketentuan. Pihaknya pun meminta semua sekolah memberikan wawasan tentang dampak bullying dan narkoba untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. “Dalam MPLS ini bagaimana mewujudkan ramah anak di lingkungan sekolah,” kata Muti.
Kepala Sekolah: Edukasi Saling Menghargai Terus Digencarkan
Kepala SMAN 2 Praya Mustanadi mengatakan momentum MPLS diharapkan mampu membentuk karakter pelajar menuju sekolah yang ramah dan nyaman. “Kualitas layanan terus ditingkatkan dalam mempersiapkan anak-anak memiliki kompetensi yang baik,” ujarnya.
Pihak sekolah juga terus memberikan edukasi kepada pelajar untuk saling menghargai dan melakukan hal-hal positif. “Pengawasan tetap dilakukan untuk mewujudkan sekolah yang ramah,” pungkas Mustanadi.