MATARAM — Kepala Dishub NTB, Ervan Anwar, menegaskan pihaknya siap menjadi fasilitator antara investor swasta dan pemerintah daerah. Dukungan ini diberikan untuk mempercepat realisasi seaplane yang menyasar segmen wisatawan premium.
“Kami mensupport dan menjembatani mitra, dalam hal ini investor seaplane dan Pemerintah Daerah Lombok Tengah,” ujar Ervan di kantornya, Rabu (1/7/2026).
Investor Tanggung Biaya Pembangunan Dermaga
Salah satu keunggulan seaplane adalah tidak memerlukan infrastruktur bandara yang mahal. Cukup dengan dermaga sepanjang kurang lebih 400 meter, pesawat sudah bisa mendarat dan lepas landas di perairan.
“Jadi ini memberikan efisiensi, seperti tidak membangun bandara yang membutuhkan biaya yang tinggi, dan memudahkan untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh pesawat terbang,” kata Ervan.
Yang menarik, seluruh biaya pembangunan dermaga itu tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Itu dibiayai sepenuhnya oleh investor,” pungkasnya.
Target Wisatawan Premium dengan Waktu Terbatas
Seaplane di NTB nantinya tidak dirancang untuk transportasi massal. Ervan menjelaskan, moda ini akan fokus melayani pasar kelas atas yang memiliki waktu terbatas untuk menjelajahi destinasi.
“Dan ini peruntukannya untuk wisatawan premium karena mereka hanya punya waktu yang sedikit untuk mengunjungi destinasi itu,” ucapnya.
Lampu Hijau dari Kementerian Perhubungan
Proyek seaplane ini telah mengantongi persetujuan dari pemerintah pusat. Ervan menyebut Kementerian Perhubungan mendukung penuh inovasi transportasi di provinsi kepulauan seperti NTB.
“Ini juga didukung oleh Kementerian Perhubungan karena seaplane merupakan inovasi transportasi, khususnya di provinsi kepulauan,” terangnya.
Dengan adanya kolaborasi antara investor, pemda, dan stakeholder terkait, konektivitas pariwisata antara Lombok Tengah dan destinasi kepulauan sekitar diharapkan terintegrasi lebih cepat. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai destinasi wisata berkelas dunia.