Pencarian

Sekolah Rakyat SRMP 18 Lombok Barat Kembalikan 3 Siswa Putus Sekolah ke Bangku Kelas, Satu Lolos Pencak Silat Nasional

Selasa, 20 Oktober 2026 • 08:46:01 WIB
Sekolah Rakyat SRMP 18 Lombok Barat Kembalikan 3 Siswa Putus Sekolah ke Bangku Kelas, Satu Lolos Pencak Silat Nasional
Siswa SRMP 18 Lombok Barat mengikuti kegiatan belajar di lingkungan sekolah berasrama.

LOMBOK BARAT — SRMP 18 Lombok Barat beroperasi dengan sistem berasrama yang menanggung seluruh kebutuhan peserta didik, dari tempat tinggal, makanan, pakaian, hingga perlengkapan belajar. Fasilitas itu membuat siswa dari keluarga kurang mampu bisa sekolah tanpa membebani orang tua.

Zahira Al-Zahra, siswi asal Batu Layar, sempat berhenti sekolah dua tahun untuk membantu orang tuanya bekerja di perkebunan sawit di Kalimantan. Kini ia kembali belajar dan mengembangkan potensi diri melalui Sekolah Rakyat.

“Kesan saya selama berada di Sekolah Rakyat sangat menyenangkan dan luar biasa. Saya bisa kembali bersekolah berkat adanya Sekolah Rakyat ini,” ujar Zahira, Senin, (19/10).

Prestasi Zahira: Lolos Pencak Silat Tingkat Nasional

Belum genap setahun bersekolah, Zahira telah menorehkan prestasi di bidang pencak silat dan atletik. Ia lolos ke tingkat nasional dalam cabang pencak silat.

Zahira juga berkesempatan mengikuti kegiatan paduan suara dalam peringatan 17 Agustus di Jakarta. Itu menjadi pengalaman pertamanya mengunjungi ibu kota.

“Saya sangat bersyukur bisa bersekolah di Sekolah Rakyat karena semua fasilitas disediakan secara gratis sehingga tidak membebani keluarga,” katanya.

Indah Harus Mengulang Kelas VII, Tetap Bersemangat

Indah Parwati, siswi asal Narmada, sebelumnya bersekolah di SMPN 1 Narmada. Keterbatasan ekonomi keluarga membuat kebutuhan pendidikannya sulit terpenuhi hingga semangat belajarnya menurun dan ia kerap tidak masuk sekolah.

Di Sekolah Rakyat, Indah kembali mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan meski harus mengulang dari kelas VII. Ia mengaku tidak mempermasalahkan hal itu karena dapat kembali belajar tanpa membebani orang tuanya.

“Meskipun harus mengulang kelas, saya tetap merasa sangat senang karena bisa melanjutkan pendidikan tanpa menambah beban orang tua,” tuturnya.

Tania Sempat Putus Sekolah Setahun, Kini Bercita-cita Jadi Anggota TNI AL

Tania, siswi asal Narmada, juga sempat putus sekolah selama satu tahun karena kendala biaya. Kini ia kembali belajar sekaligus mengembangkan bakat melalui berbagai kegiatan, termasuk lomba tari dan paskibra.

Pengalaman tersebut semakin menguatkan cita-citanya menjadi anggota TNI Angkatan Laut.

“Saya merasa senang karena selama bersekolah di sini, saya bisa mengikuti berbagai perlombaan dan mengembangkan bakat saya,” ujar Tania.

Bukan Sekadar Akademik: Disiplin Berasrama dan Pembentukan Karakter

Kepala SRMP 18 Lombok Barat, Satria Irwandi, mengatakan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik. Pembentukan karakter dan kemandirian juga menjadi bagian dari sistem berasrama.

Peserta didik dibiasakan menjalani rutinitas secara disiplin, sekaligus didorong membangun kepercayaan diri, berani bermimpi, dan memiliki keyakinan untuk memperbaiki masa depan keluarga.

Satria mengaku melihat perubahan pada peserta didik, terutama dalam kedisiplinan, motivasi belajar, dan keberanian menyampaikan cita-cita. Anak-anak yang sebelumnya kurang percaya diri kini mulai menunjukkan semangat untuk berprestasi.

“Harapan kami sederhana, jangan sampai kemiskinan diwariskan kepada anak-anak. Melalui pendidikan yang berkualitas dan pembinaan karakter, kami ingin mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.

Pemprov NTB: Perluasan Akses Pendidikan Fondasi Peningkatan IPM

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan perluasan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di NTB.

Menurutnya, pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan menjadi fondasi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pendidikan juga membuka peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi dan memperbaiki kesejahteraan keluarga.

Ahsanul menilai kehadiran Sekolah Rakyat menunjukkan peran negara dalam memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak memperoleh pendidikan. Keberlanjutan program perlu didukung melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kisah Zahira, Indah, dan Tania menjadi gambaran bahwa kesempatan pendidikan dapat menghidupkan kembali harapan anak-anak yang sempat terhambat persoalan ekonomi. Mereka kini memiliki ruang untuk mengembangkan bakat, membangun kepercayaan diri, dan menyiapkan masa depan yang lebih baik.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: hariannusa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks