NUSA TENGGARA BARAT — Lebih dari 600 juta perangkat ber-Alexa telah terjual di seluruh dunia sejak rilis pertamanya, menjadikan asisten suara Amazon itu salah satu perangkat paling akrab di rumah. Mikrofonnya memang aktif sepanjang waktu, tetapi Amazon menyebut perangkat hanya menunggu kata pemicu, bukan merekam setiap percakapan. Pengguna tetap bisa membatasi seberapa banyak data suara yang disimpan.
Amazon baru saja mengumumkan sejumlah produk anyar, termasuk lini tablet yang mengandalkan Alexa. Ekspansi perangkat itu memperluas jangkauan asisten suara ke lebih banyak ruangan di rumah, dari dapur hingga kamar tidur. Bagi sebagian pengguna, kehadiran mikrofon yang aktif terus-menerus memunculkan pertanyaan soal privasi.
Mengapa Mikrofon Alexa Selalu Aktif
Secara teknis, Alexa tidak mendengarkan setiap kata yang diucapkan di sekitarnya. Perangkat hanya memindai "pola akustik" yang cocok dengan kata pemicu khusus miliknya, menurut penjelasan Amazon. Analoginya seperti mendengar percakapan dengan penyumbat telinga: kata-katanya tidak jelas, tetapi nama sendiri tetap bisa dikenali karena polanya sudah familiar.
Setelah kata pemicu terdeteksi, Alexa baru beralih ke mode mendengar aktif untuk merespons permintaan. Barulah perangkat merekam audio dan mengirimkannya ke cloud. Tanpa kemampuan mendengar pada level tertentu, perangkat tidak akan pernah tahu kapan pengguna memanggilnya.
Data Suara yang Disimpan Amazon
Amazon mengklaim perangkat Alexa dirancang merekam sesedikit mungkin audio. Yang disimpan hanya percakapan langsung dengan perangkat, bukan obrolan latar belakang. Pengguna yang ingin membatasi penyimpanan data suara bisa mengubah pengaturannya lewat aplikasi Alexa.
Langkah pertama, buka aplikasi Alexa lalu ketuk ikon tiga garis dan pilih Alexa Privacy. Setelah itu, masuk ke Manage Your Alexa Data dan pilih Voice Recordings and Transcripts. Di menu tersebut tersedia empat opsi penyimpanan: tiga bulan, 18 bulan, simpan sampai dihapus manual, atau tidak disimpan sama sekali.
Pada layar data Alexa yang sama, pengguna juga bisa mengatur penyimpanan data lain seperti riwayat perangkat smart home dan suara yang terdeteksi. Sebagian perangkat mendukung penghapusan lewat perintah suara, misalnya "Alexa, delete everything I said today" atau "Delete my entire voice history". Fitur ini tidak berlaku untuk perangkat yang menjalankan Alexa+ atau Amazon Kids.
Cara Mematikan Mikrofon Sepenuhnya
Langkah paling langsung menghilangkan kekhawatiran soal penyadapan adalah membisukan mikrofon. Pada sebagian besar perangkat Echo buatan Amazon, tombolnya berada di bagian atas dan berbentuk ikon mikrofon dengan garis miring. Setelah ditekan, lampu merah pada perangkat menyala sebagai penanda mikrofon nonaktif.
Metode ini memang bertolak belakang dengan cara kerja perangkat yang mengandalkan suara. Pengguna harus menyalakan mikrofon secara manual setiap kali ingin bertanya ke Alexa. Namun bagi yang memprioritaskan privasi, langkah ini paling sederhana dan pasti.
Keterbatasan yang Perlu Diketahui
Pengaturan privasi di aplikasi Alexa hanya berlaku untuk cloud Amazon. Jika Alexa dipakai bersama perangkat pihak ketiga seperti robot vacuum atau smart TV, perusahaan pembuat perangkat tersebut masih berpotensi mengakses riwayat pengguna meski data di Amazon sudah dihapus.
Menghapus rekaman suara juga berdampak pada kualitas personalisasi. Alexa tidak bisa lagi mempertahankan profil suara pengguna, sehingga respons yang diberikan menjadi kurang disesuaikan. Dampak ini perlu dipertimbangkan sebelum memilih opsi hapus permanen.
Bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan, membiarkan mikrofon aktif dengan pengaturan penyimpanan terbatas jadi jalan tengah yang wajar. Sementara itu, pemilik rumah yang sensitif terhadap privasi bisa memilih mematikan mikrofon saat Alexa tidak dipakai. Keputusan ada di tangan masing-masing pengguna, bukan pada seberapa canggih perangkatnya.