Pencarian

Camilan Tepung Bikin Cepat Lapar dan Ngantuk, Ini Penjelasan Dokter Gizi

Selasa, 25 Agustus 2026 • 10:49:01 WIB
Camilan Tepung Bikin Cepat Lapar dan Ngantuk, Ini Penjelasan Dokter Gizi
Dokter gizi menjelaskan camilan berbahan tepung dapat menyebabkan rasa lapar lebih cepat karena minim serat dan protein.

NUSA TENGGARA BARAT — Menggoreng adonan tepung di rumah atau membeli jajanan pasar seperti bakwan, pisang goreng, hingga risol memang terasa nikmat. Teksturnya yang renyah dan rasanya yang gurih seringkali membuat kita sulit berhenti hanya dengan satu potong. Padahal, di balik kelezatannya, ada sederet respons tubuh yang perlu diwaspadai ketika konsumsinya berlebihan.

Mengapa Perut Cepat Lapar Setelah Makan Gorengan?

Pernah merasa perut kembali keroncongan padahal baru saja melahap sepiring cireng? Hal ini bukan sekadar perasaan. Makanan berbahan tepung didominasi karbohidrat sederhana dengan sedikit serat dan protein. Kombinasi ini membuat makanan lebih cepat dicerna dan diserap tubuh dibandingkan makanan berserat tinggi.

Serat dan protein sebenarnya berfungsi memperlambat pengosongan lambung, sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Ketika keduanya minim, proses penyerapan karbohidrat di usus halus pun berlangsung lebih cepat. Akibatnya, rasa kenyang hanya bertahan singkat dan keinginan untuk ngemil kembali muncul beberapa jam kemudian.

Waspada Efek Ngantuk dan Lemas Setelah Makan Tepung

Selain cepat lapar, efek lain yang sering dirasakan adalah tubuh terasa lemas dan mengantuk. Kondisi ini terjadi karena karbohidrat sederhana cepat dipecah menjadi glukosa, menyebabkan lonjakan gula darah setelah makan. Tubuh kemudian merespons dengan melepaskan insulin dalam jumlah besar untuk menstabilkan gula darah.

Setelah lonjakan tersebut, kadar gula darah bisa turun drastis, memicu rasa lemas, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi. Fenomena ini dikenal sebagai sugar crash. Kombinasi tepung yang digoreng dengan minyak banyak membuat makanan semakin padat energi dan memperparah rasa kantuk setelah menyantapnya.

Bahaya Penumpukan Lemak Viseral di Perut

Masalah tidak berhenti pada rasa lapar dan kantuk. Kebiasaan mengonsumsi gorengan dan jajanan tepung secara terus-menerus, apalagi sampai menggantikan makanan utama, dapat berkontribusi pada peningkatan lemak di area perut. Lemak viseral ini berada di sekitar organ dalam rongga perut dan berisiko bagi kesehatan.

Asupan energi berlebihan dalam jangka panjang akan disimpan tubuh sebagai lemak, termasuk di area viseral. Dokter gizi menjelaskan bahwa bukan satu kali makan tepung yang menjadi masalah, melainkan frekuensi dan porsi yang tidak terkendali. Mengganti nasi dan lauk dengan gorengan setiap hari adalah kebiasaan yang perlu dihindari.

Tips Cerdas Menikmati Camilan Tepung Tanpa Khawatir

Kabar baiknya, Anda tidak harus berhenti total menikmati gorengan. Kuncinya adalah mengatur porsi dan frekuensi. Jadikan camilan tepung sebagai makanan selingan sesekali, bukan menu harian. Perhatikan juga porsinya, cukup beberapa potong untuk memuaskan keinginan, bukan mengenyangkan perut.

Untuk mengurangi dampaknya, imbangi dengan makanan berserat dan berprotein saat waktu makan utama. Pastikan asupan sayur dan lauk tetap terpenuhi agar rasa kenyang lebih lama dan gula darah lebih stabil. Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati kelezatan camilan tanpa mengorbankan kesehatan tubuh.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks