NUSA TENGGARA BARAT — Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa berada pada koordinat 6,67 derajat Lintang Selatan (LS) dan 127,45 derajat Bujur Timur (BT). Kedalaman dangkal yang hanya 10 kilometer membuat getarannya terasa cukup kuat di daratan.
Skala Guncangan yang Terasa di Romang
BMKG melaporkan getaran akibat gempa ini dirasakan di wilayah Romang dengan skala intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan menimbulkan kesan seakan-akan ada truk yang lewat.
"Update Gempa Mag:6.2, 24-Agu-26 21:10:18 WIB, Lok:6.67 LS,127.45 BT (168 km BaratLaut MALUKUBRTDAYA), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami," demikian keterangan resmi yang disampaikan BMKG melalui kanal resminya, Senin malam.
Tidak Ada Potensi Tsunami dan Dampak yang Belum Diketahui
Meski berpusat di laut dengan kedalaman dangkal, BMKG memastikan gempa ini tidak memicu gelombang tsunami. Pihak berwenang belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa hingga informasi awal dirilis.
Meski demikian, gempa dangkal seperti ini biasanya berpotensi menimbulkan keretakan pada infrastruktur jika pusatnya dekat dengan permukiman. BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pemantauan dampak di lapangan.
Masyarakat di pesisir Maluku Barat Daya diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Informasi resmi mengenai perkembangan gempa susulan akan disampaikan oleh BMKG melalui kanal komunikasi resmi.
Wilayah Maluku memang dikenal sebagai salah satu zona seismik aktif di Indonesia. Pertemuan lempeng tektonik di Laut Banda kerap memicu aktivitas kegempaan dengan kedalaman bervariasi, dari dangkal hingga menengah.
Kejadian gempa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama yang tinggal di pesisir, terhadap potensi bencana geologi. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan pendataan cepat untuk memastikan kondisi warganya pasca-guncangan.