Pencarian

Kementerian Investasi Nilai KEK Samota Sumbawa Bisa Jadi Magnet Baru Pariwisata dan Ekonomi Biru Indonesia Timur

Rabu, 29 Juli 2026 • 10:11:01 WIB
Kementerian Investasi Nilai KEK Samota Sumbawa Bisa Jadi Magnet Baru Pariwisata dan Ekonomi Biru Indonesia Timur
Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM meninjau lokasi pengembangan KEK Samota di Kabupaten Sumbawa, Jumat (24/7/2026).

SUMBAWA — Pemerintah pusat melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memastikan pengembangan KEK Samota (Saleh-Moyo-Tambora) tidak sekadar menghadirkan destinasi wisata baru. Kawasan ini dirancang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas dan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat Sumbawa dan NTB.

Lokasi Strategis di Jalur ALKI II

Salah satu modal utama Samota adalah posisinya yang berada di sekitar Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Letak ini menjadikan kawasan tersebut sebagai simpul logistik dan distribusi regional yang menghubungkan Indonesia bagian barat dan timur. Selain pariwisata premium, KEK Samota juga diarahkan untuk mengembangkan ekonomi biru, hilirisasi perikanan, dan agro-maritim.

Realisasi Investasi NTB Tembus Rp216,7 Triliun

Todotua Pasaribu mengungkapkan, posisi NTB dalam peta investasi nasional semakin strategis. Selama periode 2021 hingga triwulan II 2026, realisasi investasi di provinsi ini mencapai sekitar Rp216,7 triliun. Khusus semester I 2025, realisasi investasi mencapai Rp32,9 triliun. Sektor pariwisata menjadi salah satu pendorong utama, dengan realisasi kumulatif 2023 hingga semester I 2026 mencapai Rp190 triliun secara nasional. NTB tercatat masuk lima besar provinsi tujuan investasi sektor pariwisata.

Syarat Utama: Bukan Sekadar Label KEK

Menurut Todotua, pemberian status KEK bukanlah tujuan akhir. Ia menekankan beberapa syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum kawasan ini resmi ditetapkan.

  • Kelayakan ekonomi dan finansial yang terukur
  • Kepastian lahan dan rencana bisnis yang jelas
  • Infrastruktur pendukung yang memadai
  • Investor yang siap merealisasikan investasi secara nyata

"Yang paling penting adalah memastikan bahwa kawasan tersebut layak secara ekonomi dan finansial, memiliki kepastian lahan, mempunyai rencana bisnis yang jelas, didukung infrastruktur yang memadai, serta memiliki investor yang siap merealisasikan investasinya," tegas Todotua saat kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa, Jumat (24/7).

Dukungan Tata Ruang dan Target Nasional

Pengembangan Samota juga telah didukung dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Provinsi NTB tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi NTB Tahun 2024–2044. Regulasi ini menjadi payung hukum bagi pengembangan kawasan Samota ke depan. Sementara itu, hingga semester I 2026, realisasi investasi nasional telah mencapai Rp1.040,6 triliun atau 49,5 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Investasi tersebut telah menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja, dengan 50,2 persen realisasi berada di luar Pulau Jawa.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama pemerintah daerah dan badan usaha akan terus memperkuat koordinasi untuk mempersiapkan seluruh persyaratan pengusulan KEK Samota. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya kawasan tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Nusa Tenggara Barat.

Bagikan
Sumber: suarapemerintah.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks