Pencarian

Kontingen Lombok Tengah Raih 125 Medali Emas di Porprov NTB 2026, Naik ke Peringkat Kedua

Selasa, 28 Juli 2026 • 10:57:31 WIB
Kontingen Lombok Tengah Raih 125 Medali Emas di Porprov NTB 2026, Naik ke Peringkat Kedua
Atlet Lombok Tengah meraih total 125 medali emas pada Porprov NTB 2026 di Praya, Senin (27/7).

PRAYA — Kontingen Lombok Tengah memastikan diri sebagai kekuatan baru di peta olahraga Nusa Tenggara Barat. Dari total 49 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di Porprov NTB 2026, Loteng keluar sebagai juara umum di 13 cabor atau sekitar 25 persen dari keseluruhan cabang.

Ketua KONI Loteng H. Lalu Firman Wijaya, S.T., M.T., menyebut capaian ini merupakan kerja kolektif yang panjang. “Total kita menjadi juara umum di 13 cabor. Artinya, sekitar 25 persen dari total 49 cabor yang dipertandingkan di Porprov NTB kali ini dikuasai oleh atlet-atlet Loteng,” ujarnya dalam keterangan, Senin (27/7).

Taekwondo dan Kempo Jadi Mesin Medali Utama

Dua cabor bela diri menjadi penyumbang emas terbanyak. Taekwondo memborong 16 medali emas, disusul Kempo dengan 13 medali emas. Kedua cabor ini sekaligus menyandang status juara umum di cabang masing-masing.

Selain itu, Loteng juga berstatus juara umum di cabor MMA, Tinju, Wushu, Judo, Tenis Meja, Bulutangkis, Dayung, serta Aerosport. Tak ketinggalan, cabor Perserosi (Sepatu Roda), Pickleball, dan Selancar Ombak juga dikuasai atlet-atlet Loteng.

Lonjakan Peringkat: Dari Keempat ke Kedua

Pencapaian ini menjadi lonjakan signifikan. Pada Porprov NTB 2024, Loteng hanya mampu bertengger di posisi keempat dengan raihan 40 medali emas dari sekitar 30 cabor yang diikuti. Kini, dengan 598 atlet yang dikirim—terbanyak kedua setelah Sumbawa—Loteng berhasil menggeser posisi lawan-lawannya.

Firman menambahkan, semua itu diraih dengan kerja keras dan disiplin. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin dan semangat juang seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta dukungan penuh pemerintah dan masyarakat di daerah ini,” imbuhnya.

Modal Menuju Event Selanjutnya

Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Loteng untuk terus berprestasi. Firman menekankan pentingnya budaya kompetisi yang sehat dan sinergi antara pemerintah daerah, KONI, pengurus cabor, hingga masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi yang solid menjadi modal utama untuk menghadapi event-event olahraga ke depan. “Sinergi antara pemerintah daerah, KONI, pengurus cabor hingga pelatih dan atlet serta tentunya masyarakat di daerah ini bisa terus diperkuat. Karena itu diyakini menjadi modal penting untuk bisa terus menghadirkan prestasi yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks