Pencarian

Bendungan Meninting Rp1,4 Triliun Belum Bisa Aliri Lahan Petani, Jaringan Irigasi 30 Km Tunggu Keputusan Pusat

Sabtu, 18 Juli 2026 • 15:09:31 WIB
Bendungan Meninting Rp1,4 Triliun Belum Bisa Aliri Lahan Petani, Jaringan Irigasi 30 Km Tunggu Keputusan Pusat
Bendungan Meninting senilai Rp1,4 triliun di Lombok Barat belum dapat mengaliri lahan petani karena jaringan irigasi sepanjang 30 kilometer masih menunggu keputusan pemerintah pusat.

MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pembangunan jaringan irigasi Bendungan Meninting. Asisten II Setda NTB, Lalu Moh. Faozal, mengatakan pembangunan bendungan hingga irigasi merupakan satu rangkaian yang tak terpisahkan.

“Ya pasti (komunikasi, red). Karena ini kan satu rangkaian (bendungan hingga irigasi),” ujarnya.

Kewenangan Pusat di Bangunan Primer hingga Tersier

Menurut Faozal, seluruh pembangunan dari bangunan primer hingga tersier Bendungan Meninting dikerjakan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Hingga saat ini, bangunan primer dan sekunder sudah rampung, sementara bangunan tersier seperti jaringan irigasi masih dalam proses pembahasan di tingkat pusat.

“Bisa jadi ada yang masih belum selesai sampai tersiarnya, tetapi seluruhan dari fasilitas utama bendungan kan sudah dirizmikan presiden,” ungkapnya.

Lahan di Lombok Tengah Jadi Prioritas Utama

Meskipun bendungan berada di Lombok Barat, Faozal menyebut daerah yang paling banyak menerima manfaat irigasi justru lahan pertanian di Lombok Tengah. Sebelum ada bendungan ini, sebagian lahan di wilayah selatan Lombok Tengah hanya mengandalkan air hujan dan umumnya hanya bisa ditanami padi satu kali dalam setahun.

“Ini satu-satunya bendungan di Lombok Barat. Di Lombok Tengah itu ada dua bendungan, Bendungan Batujai dan Bendungan Pengga. Tapi aliran dua bendungan itu bukan ke Lombok Tengah, tapi ke Lombok Barat. Nah ini Meninting adanya di Lombok Barat, tetapi penikmatnya itu besok Lombok Tengah paling banyak,” jelasnya.

Target Produksi Beras 720 Ribu Ton Masih Bergantung Irigasi

Faozal yang sebelumnya menjabat Kepala Dishub NTB berharap dengan terbangunnya jaringan irigasi, intensitas tanam petani bisa meningkat hingga tiga kali dalam setahun. Saat ini, petani di Lombok Tengah bagian selatan hanya bisa panen sekali setahun. Memaksakan dua kali musim tanam dinilai berisiko karena keterbatasan pasokan air.

“Di Lombok Tengah bagian Selatan itu cuma satu kali panen. Bisa saja dua kali kalau dipaksa-paksa. Tapi kan berisiko,” pungkasnya.

Peningkatan indeks pertanaman tersebut ditargetkan mampu mendongkrak produksi pangan nasional hingga 720 ribu ton dari Bendungan Meninting. Namun, target itu baru bisa tercapai setelah seluruh infrastruktur pendukung, terutama jaringan irigasi, selesai dibangun dan berfungsi optimal.

Bagikan
Sumber: ekbisntb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks