Pencarian

IPM NTB 2025 Tembus 73,97, Kenaikan Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

Sabtu, 18 Juli 2026 • 13:14:01 WIB
IPM NTB 2025 Tembus 73,97, Kenaikan Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir
IPM NTB 2025 tercatat sebesar 73,97, meningkat 0,87 poin dari tahun sebelumnya.

MATARAM — Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Nusa Tenggara Barat terus menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat IPM NTB pada 2025 mencapai 73,97, naik 0,87 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 73,10.

Kenaikan 0,87 poin ini menjadi yang tertinggi selama periode 2021–2025. Sebagai perbandingan, pada 2021 IPM NTB masih di angka 70,86, lalu naik ke 71,65 pada 2022, 72,37 pada 2023, dan 73,10 pada 2024.

Seluruh Kabupaten dan Kota di NTB Alami Peningkatan

Yang menarik, peningkatan IPM terjadi merata di seluruh wilayah NTB. Tidak ada satu pun daerah yang justru mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan pembangunan manusia di provinsi ini bergerak inklusif.

Kabupaten Lombok Utara mencatat kenaikan paling tajam, yakni sekitar 3,49 poin dalam lima tahun. Disusul Kabupaten Sumbawa dan Lombok Timur yang masing-masing naik sekitar 3,45 poin. Lombok Tengah naik 3,37 poin, Dompu 3,31 poin, dan Kabupaten Bima 3,25 poin.

Di sisi lain, Kota Mataram masih mempertahankan posisi sebagai daerah dengan IPM tertinggi di NTB. Sementara Kabupaten Sumbawa Barat menjadi kabupaten dengan capaian IPM tertinggi.

Triple Agenda Jadi Penggerak Akselerasi

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa kenaikan IPM bukanlah capaian instan. Ia merupakan akumulasi dari kerja bersama pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga masyarakat.

“Pembangunan manusia bukanlah tentang angka, melainkan tentang bagaimana setiap warga memperoleh kesempatan untuk hidup lebih sehat, mengenyam pendidikan yang lebih baik, dan menikmati kehidupan yang lebih sejahtera,” ujar Ahsanul dalam pernyataan resminya.

Menurutnya, akselerasi IPM ini terkait erat dengan implementasi Triple Agenda dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB. Tiga agenda tersebut adalah percepatan penurunan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Percepatan penurunan kemiskinan menjadi pintu masuk untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pekerjaan yang layak. Semakin sedikit warga miskin, semakin besar peluang mereka meningkatkan kualitas hidup,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketahanan pangan juga menjadi fondasi penting. Ketersediaan pangan dan kecukupan gizi menentukan kualitas sumber daya manusia NTB ke depan.

Bagikan
Sumber: globalfmlombok.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks