MATARAM — Pelatihan berlangsung selama dua hari dengan instruktur berpengalaman. Materi yang diberikan tidak hanya teori dan praktik pengelasan serta konstruksi bangunan, tetapi juga keselamatan kerja dan etos profesional.
Mengapa Zakat Tak Lagi Sekadar Bantuan Tunai?
Ketua BAZNAS NTB, Lalu M. Iqbal Murad, menegaskan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) harus menjadi instrumen pemberdayaan yang mengubah hidup penerima secara berkelanjutan.
“Tujuan utama program ini adalah menyukseskan visi besar BAZNAS, yaitu transformasi mustahik menjadi muzakki. Hari ini mereka mungkin masih menerima manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah. Namun harapan kami, melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan ini, ke depan mereka mampu mandiri, memiliki penghasilan yang lebih baik, hingga akhirnya menjadi orang yang memberi dan menunaikan zakat kepada orang lain,” ujarnya saat membuka pelatihan.
Bekal Keterampilan untuk Bersaing di Dunia Kerja
Iqbal berharap para peserta memanfaatkan pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh bisa menjadi bekal untuk mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha mandiri di bidang konstruksi.
“Mudah-mudahan kegiatan yang penuh keberkahan ini menjadi jalan terbukanya rezeki bagi seluruh peserta. Semoga setelah mengikuti pelatihan ini mereka mendapatkan lebih banyak pekerjaan, pendapatannya meningkat, sehingga mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dengan lebih baik,” katanya.
Dukungan Penuh dari SMKN 3 Mataram
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS NTB H. Zulkifli dan Kepala SMKN 3 Mataram Sulman Haris. Sulman menyatakan dukungannya terhadap program peningkatan kompetensi tenaga kerja berbasis pemberdayaan zakat yang dinilai sejalan dengan kebutuhan industri konstruksi di NTB.
BAZNAS NTB berharap program serupa dapat terus diperluas. Dengan pendekatan produktif, lembaga ini optimistis angka kemiskinan bisa ditekan melalui penciptaan tenaga kerja terampil yang siap bersaing di pasar lokal maupun regional.