Festival Pesisir 2026 di Lombok Utara Tutup dengan Parade 17 Perahu Layar, Targetkan Wisatawan MotoGP Mandalika

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:16:01 WIB
perahu layar berjejer di Pantai Nipah, Lombok Utara, menandai penutupan Festival Pesisir 2026, Kamis (20/8/2026).

LOMBOK UTARA — Gelaran Festival Pesisir 2026 di Pantai Nipah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara resmi berakhir, Kamis (20/8/2026). Penutupan ditandai dengan atraksi 17 perahu layar yang berjejer di tepi pantai, sebuah simbol kuat bahwa masyarakat pesisir Nipah hidup berdampingan dengan laut.

Ketua Panitia Festival Pesisir 2026, Iwan Suyadi, menyebut animo pengunjung selama sepekan terakhir meningkat dibandingkan hari biasa. Menurutnya, hal ini menjadi indikator bahwa pariwisata di utara Lombok mulai bergerak ke arah yang lebih positif.

"Animo masyarakat maupun wisatawan semakin tinggi. Alhamdulillah kunjungan selama bulan Agustus ini meningkat. Ini menjadi barometer bagaimana pariwisata ke depannya harus terus meningkat," ujar Iwan kepada wartawan di sela-sela acara penutupan.

Dampak Beruntun Jelang MotoGP Mandalika

Momentum peningkatan kunjungan ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk memperluas sebaran wisatawan ke kawasan utara Lombok. Apalagi, NTB akan kembali menjadi tuan rumah MotoGP Mandalika yang diprediksi memicu lonjakan kunjungan dalam jumlah besar.

Iwan menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar hajatan pariwisata tahunan. Ia menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga dan memperkenalkan potensi pesisir Nipah, termasuk konservasi ekosistem laut.

"Festival perahu layar ini sebagai wujud bagaimana kita melestarikan pesisir yang ada di Pantai Nipah khususnya," katanya.

Konservasi dan Ekonomi Warga Harus Berjalan Beriringan

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan KLU, Kahar Rijal, menilai festival ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenalkan kekayaan alam dan budaya lokal. Ia berharap kegiatan serupa mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan bahari, sekaligus menggerakkan ekonomi warga.

"Bagaimana kita bisa tumbuh di dalam jiwa kita rasa cinta terhadap lingkungan kelautan, lingkungan bahari beserta segala isinya dan pesisir pantai yang ada di sekitar kita," kata Kahar.

Menurutnya, keberadaan festival juga harus mendorong pertumbuhan UMKM lokal. Produk-produk masyarakat diharapkan semakin dikenal dan menjadi bagian dari pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke Pantai Nipah.

Evaluasi Pengelolaan Sampah dan Atraksi Low Season

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, menilai Festival Pesisir 2026 menjadi momentum untuk mengevaluasi arah pembangunan pariwisata di kawasan Nipah. Ia menekankan bahwa peningkatan jumlah kunjungan tidak cukup tanpa diimbangi aspek keberlanjutan lingkungan.

"Keberlangsungan dan keberlanjutan alam itu harus kita hadirkan. Jangan sampai pariwisata kita menjadi catatan sendiri bahwa kita tidak menjaga keberlangsungan," tegasnya.

Salah satu pekerjaan rumah yang disorot adalah pengelolaan sampah di kawasan Pantai Nipah. Aulia menegaskan sampah organik maupun nonorganik harus ditangani dengan tepat agar tidak merusak lingkungan dan mengganggu kenyamanan wisatawan.

Ia juga mendorong penguatan konsep ekowisata dengan melibatkan pemerintah, komunitas, pengelola destinasi, pelaku usaha, dan masyarakat. Menurutnya, Nipah tidak boleh hanya ramai saat musim event, tetapi harus mampu menghadirkan atraksi sepanjang tahun.

"Perlu dipikirkan ke depannya bagaimana kita menghadirkan event-event pada saat low season, sehingga grafik kunjungan kita bisa dikembangkan secara terus-menerus, secara kontinyu dan terukur," tutup Aulia.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: kicknews.today This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top