Pencarian

KAI Siapkan KRL Green Line 12 Gerbong, Tunggu Tambahan Daya Listrik

Rabu, 04 November 2026 • 08:49:01 WIB
KAI Siapkan KRL Green Line 12 Gerbong, Tunggu Tambahan Daya Listrik
KAI menyiapkan KRL Green Line berformasi 12 kereta untuk mengurangi kepadatan penumpang di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung.

NUSA TENGGARA BARAT — PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan KRL lintas Tanah Abang–Rangkasbitung berformasi 12 kereta (SF 12) untuk mengurai kepadatan penumpang yang mencapai 8 orang per meter persegi. Prasarana peron sudah diuji, tetapi penambahan daya Listrik Aliran Atas (LAA) masih menjadi syarat yang belum tuntas.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperluas kapasitas angkut KRL Jabodetabek di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung atau Green Line. Selama ini jalur tersebut didominasi rangkaian 8 dan 10 kereta. Perpanjangan menjadi 12 kereta disebut sebagai kunci untuk menekan kepadatan di salah satu lintas tersibuk itu.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan sisi prasarana stasiun sudah disiapkan bertahap. Namun kecukupan daya Listrik Aliran Atas belum memadai untuk menopang 12 kereta dalam satu rangkaian.

"Iya, listriknya harus ditambah. Kalau dari sisi prasarana stasiunnya, sudah bertahap kita lakukan. Tapi ini adalah kebutuhan listrik di LAA," kata Anne, dikutip Rabu (4/11/2026).

Peron Sudah Lolos Uji Coba, Listrik Belum

Dua kendala sempat menahan operasional SF 12 di Green Line: panjang peron yang belum menunjang dan kapasitas daya LAA yang terbatas. Anne memastikan persoalan peron kini selesai setelah uji coba rangkaian 12 kereta dilakukan di sejumlah stasiun lintas Tanah Abang–Rangkasbitung.

Untuk pemenuhan daya LAA, KAI akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. "Peronnya sudah. Kita kemarin sudah uji coba di beberapa stasiun. Nanti kita koordinasikan sama DJKA," tuturnya.

Mengapa Tidak Bisa Tambah Gerbong Sembarangan

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan penambahan rangkaian tidak bisa dilakukan otomatis. Perbaikan infrastruktur pendukung harus berjalan lebih dulu, terutama pasokan listrik dan sistem persinyalan.

"Tidak bisa secara otomatis tambah rangkaian. Sekarang kapasitas listriknya kita naikkan, sinyalnya kita perbaiki," ujar Bobby saat berdiskusi dengan awak media, dikutip Kamis (9/7/2026).

KAI menargetkan perbaikan sarana dan prasarana pendukung itu rampung dalam 6 hingga 8 bulan. Peningkatan layanan di jalur Rangkasbitung disebut sebagai salah satu prioritas utama perusahaan.

Kepadatan 8 Orang per Meter Persegi

Urgensi perpanjangan rangkaian terlihat dari kondisi kereta saat ini. KRL Rangkasbitung hanya dioperasikan dengan 8 hingga 10 gerbong, sementara permintaan penumpang jauh melampaui kapasitas.

"Saya amati Rangkas Line atau Green Line ini satu meter persegi isinya 8 orang," ungkap Bobby.

Tingkat kepadatan itu dipicu keterbatasan jumlah gerbong dan belum optimalnya sarana-prasarana pendukung. Bagi penumpang harian, kondisi tersebut berarti antrean panjang di peron dan ruang berdiri yang makin sempit pada jam sibuk.

Waktu Tunggu Antarkereta Dipangkas

Selain menambah formasi, KAI berencana memperpendek headway atau jarak kedatangan antarkereta. Saat ini waktu tunggu di jalur Rangkasbitung berkisar 10 hingga 15 menit.

Dengan peningkatan sistem persinyalan dan pasokan listrik baru, jarak antarkereta diharapkan turun signifikan. Seluruh rangkaian yang beroperasi kini akan diseragamkan menjadi 12 kereta.

"Sekarang jarak antar-kereta itu 10-15 menit. Nanti kita akan pendekkan jaraknya. Sekarang keretanya cuma 8-10 rangkaian, nanti semua akan menjadi 12," kata Bobby.

Bagi KAI, penuntasan daya LAA menentukan apakah penambahan kapasitas Green Line bisa direalisasikan sesuai target. Tanpa tambahan daya, rencana formasi 12 kereta dan pemangkasan waktu tunggu hanya bertahan di atas kertas.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks