DOMPU — Penghargaan diterima pada Kamis (5/11) dalam ajang GENTING Collaboration Summit 2026. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Dompu, Hj. Daryati Kustilawati, menyebut capaian itu sebagai bukti bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah.
Menurut Daryati, keterlibatan mitra strategis daerah menjadi kunci percepatan penurunan prevalensi stunting. Ia pun menyampaikan rasa syukur atas pengakuan pemerintah pusat terhadap kerja dua mitra tersebut.
Intervensi Baznas: dari Nutrisi hingga Rumah Layak Huni
Baznas Dompu selama ini konsisten mengambil peran membantu pemerintah melalui bantuan pemenuhan nutrisi bagi keluarga kurang mampu. Lembaga pengelola zakat itu juga terlibat dalam pembangunan rumah layak huni bagi warga.
Dukungan tersebut dinilai penting karena persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi. Kondisi sosial ekonomi dan lingkungan tempat tinggal keluarga turut menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
"Kita sangat mengapresiasi mitra kerja pemerintah yang telah berkontribusi dalam pencegahan dan penurunan stunting di Dompu selama ini," ungkap Daryati kepada Suara NTB, Jumat (6/11).
Sejak 2017, STM Bangun Jamban hingga Infrastruktur Air Bersih
PT Sumbawa Timur Mining tercatat mendukung program penanganan stunting sejak 2017 hingga sekarang. Bentuk dukungannya berupa penguatan fasilitas kesehatan masyarakat, pembangunan jamban keluarga, penyediaan infrastruktur air bersih, dan bantuan pangan bergizi.
Empat jenis intervensi itu menyasar akar masalah stunting di tingkat rumah tangga. Akses sanitasi layak dan air bersih, misalnya, berkaitan langsung dengan risiko infeksi yang memengaruhi penyerapan gizi anak.
Zakat Diminta Berdampak Lebih Luas dari Sekadar Ekonomi
Wakil Ketua Baznas Kabupaten Dompu, Suherman Ahmad, mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi. Capaian itu menjadi motivasi bagi Baznas untuk memperluas kontribusi dalam menangani persoalan sosial kemasyarakatan, terutama pencegahan stunting.
Menurut Suherman, pengelolaan zakat harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga kurang mampu.
"Bagi kami zakat tidak hanya sebatas membantu memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat kurang mampu, tetapi juga harus memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas hidup, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga," katanya.
Suherman berharap penghargaan itu semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Baznas, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Kolaborasi lintas pihak dinilai menjadi jalan tercepat mempercepat penurunan stunting di Dompu.