Pencarian

TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin Wafat di Usia 90 Tahun, Gubernur NTB Ada di Detik Terakhir

Kamis, 15 Oktober 2026 • 16:01:31 WIB
TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin Wafat di Usia 90 Tahun, Gubernur NTB Ada di Detik Terakhir
Jenazah TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin disemayamkan di Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah.

MATARAM — Jenazah TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin disemayamkan di lingkungan Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah. Ulama yang akrab disapa Datuk ini mengembuskan napas terakhir di ruang ICU RSUD Provinsi NTB setelah menjalani perawatan.

RSUD NTB menyampaikan kabar duka melalui akun resminya. Manajemen rumah sakit mengucapkan turut berduka cita atas kepergian tokoh NU tersebut.

"Segenap Jajaran Direksi, Manajemen dan Seluruh Civitas Hospitalia Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengucapkan turut berduka cita," tertulis di postingan resmi RSUD NTB.

Ucapan itu disertai doa untuk almarhum. Pihak rumah sakit juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

"Teriring Do'a Semoga ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala Mengampuni Segala Kesalahan, Menerima Semua Amal Ibadah dan Husnul Khotimah serta Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi Ujian," tertulis dalam ucapan tersebut.

Mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah

TGH Lalu Muhammad Turmudzi dikenal sebagai mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah. Ia juga pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah.

Dikutip dari laman resmi NU Online, almarhum merupakan salah satu Mustasyar PBNU periode 2010-2015. Kiprahnya di NU dimulai dari pengurus Ranting Bagu, lalu Syuriyah MWC Kecamatan Pringgarata.

Ia kemudian menjabat Wakil Rais Syuriyah PCNU Lombok Tengah dan Wakil Rais Syuriyah PWNU NTB. Posisi terakhirnya adalah Rais Syuriyah PWNU NTB sekaligus Mustasyar PBNU.

Lahir dari Keluarga Bangsawan Sasak pada 1936

TGH Lalu Muhammad Turmudzi lahir pada 1 April 1936 dari keluarga Perwangse, bangsawan suku Sasak. Gelar "Lalu" di depan namanya menandakan status kebangsawanan tersebut.

Ayahnya, Tuan Guru Haji Lalu Badarudin, seorang ulama berpengaruh yang merintis pengembangan pesantren. Berawal dari langgar kecil di rumahnya, lembaga itu berkembang menjadi pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi di NTB.

Pendidikan agama almarhum diperoleh langsung dari orang tuanya. Ia sempat menempuh Sekolah Rakyat pada 1944 sebelum melanjutkan ke Madrasah Mu'alimin Darul Qur'an di Bengkel, Lombok.

Di madrasah yang diasuh TGH Soleh Chambali itu ia belajar pada 1948-1952. Setelahnya, ia berangkat ke Makkah dan tinggal di sana selama 10 tahun.

Merintis Qomarul Huda Sepulang dari Makkah

TGH Lalu Muhammad Turmudzi kembali ke tanah air pada 1962. Setahun setelahnya, ia mulai merintis pendirian Madrasah Diniyah dan Madrasah Ibtidaiyah Qomarul Huda.

Pada 1963, ia mendirikan Pondok Pesantren Qomarul Huda. Lima tahun berselang, Madrasah Tsanawiyah berdiri, disusul Madrasah Aliyah pada 1984.

Dari langgar kecil sang ayah, Qomarul Huda kini menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam berpengaruh di Lombok Tengah. Ribuan santri telah menempuh pendidikan di pesantren tersebut.

Kepergian TGH Lalu Muhammad Turmudzi meninggalkan jejak panjang di dunia pesantren dan organisasi keagamaan di NTB. Ucapan duka mengalir dari berbagai kalangan, termasuk manajemen RSUD Provinsi NTB tempatnya mengembuskan napas terakhir.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks