Pencarian

Perang Houthi-Arab Saudi Ganggu Penerbangan, 100 Lebih Jemaah Umrah NTB Tunda Keberangkatan

Rabu, 14 Oktober 2026 • 06:18:01 WIB
Perang Houthi-Arab Saudi Ganggu Penerbangan, 100 Lebih Jemaah Umrah NTB Tunda Keberangkatan
Jemaah umrah asal NTB menunggu kepastian penerbangan di Bandara Internasional Lombok.

MATARAM — Gangguan penerbangan imbas konflik bersenjata di Arab Saudi memaksa puluhan rombongan umrah asal Lombok mengubah rencana. Sebanyak 51 jemaah yang sebelumnya sudah berada di Denpasar, Bali, memilih pulang ke Lombok setelah menginap semalam. Keberangkatan mereka dialihkan ke November mendatang.

Kelompok lain, 45 jemaah yang terbang lewat rute transit, sudah tiba di Dubai, Uni Emirat Arab. Mereka harus menambah satu malam menginap sambil menunggu kepastian penerbangan lanjutan ke Jeddah.

Bandara Riyadh dan Taif Ditutup Sementara

Zamroni menyampaikan, penutupan sementara sejumlah bandara di Arab Saudi memperparah situasi. Bandara Riyadh dan Taif ditutup, sementara Bandara Jeddah masih beroperasi. Penerbangan menuju Jeddah lewat hub internasional seperti Abu Dhabi dan Doha justru dibatalkan.

“Kalau kita hitung dengan yang pulang dan yang belum berangkat, jemaah yang memilih menjadwalkan ulang keberangkatan sudah di atas 100 orang,” ujar Zamroni.

Keberangkatan sejumlah kelompok jemaah pada 12 dan 13 Oktober juga tertunda. Keputusan itu diambil setelah informasi gangguan penerbangan disampaikan pada 11 Oktober lalu.

Penerbangan Langsung Garuda dan Saudia Masih Normal

Rute langsung dari Jakarta menuju Jeddah yang dilayani Garuda Indonesia, Lion Air, dan Saudia masih berjalan sesuai jadwal. Zamroni menyarankan jemaah yang memakai pesawat transit menjadwalkan ulang keberangkatan.

“Kalau menggunakan pesawat-pesawat transit, sebaiknya dijadwalkan ulang atau ditunda dulu. Tetapi untuk penerbangan langsung, seperti Garuda, Saudia, Lion, dan Batik, perlu melihat perkembangan situasi dan kepastian penerbangannya,” katanya.

Hotel Madinah Hangus, Asuransi Tak Tanggung Risiko Perang

Gangguan perjalanan ini turut membebani penyelenggara umrah. Zamroni menyebut kerugian mulai muncul, terutama untuk akomodasi yang sudah dipesan. Biaya hotel di Madinah hangus lantaran jemaah yang semestinya berangkat lebih awal menjalani masa tunggu di Bali selama tiga hari.

Persoalan lain yang dikhawatirkan penyelenggara adalah tidak adanya perlindungan asuransi perjalanan terhadap kerugian akibat perang.

“Ini sangat memberatkan penyelenggara. Risiko akibat perang tidak ditanggung dalam polis asuransi perjalanan yang digunakan untuk perjalanan umrah,” ungkapnya.

Berbeda dari Gangguan Selat Hormuz

Zamroni menilai situasi kali ini perlu dicermati serius karena menyentuh langsung jalur penerbangan menuju Arab Saudi. Kondisi sekarang berbeda dengan gangguan sebelumnya akibat ketegangan di Selat Hormuz yang juga berdampak pada perjalanan di kawasan Timur Tengah.

Meski pihak Houthi menyatakan tidak akan menyerang Mekkah dan Madinah, situasi keamanan dan penerbangan tetap menimbulkan kekhawatiran bagi penyelenggara umrah.

Kementerian Haji dan Umrah telah mengeluarkan arahan agar penyelenggara mencermati perkembangan situasi. Namun, belum ada instruksi umum untuk menghentikan seluruh keberangkatan jemaah umrah.

AMPHURI Bali Nusra menyarankan penyelenggara yang memakai penerbangan transit mempertimbangkan penjadwalan ulang sampai situasi dan kepastian penerbangan lebih jelas. Bagi jemaah dengan penerbangan langsung, keputusan keberangkatan perlu mempertimbangkan informasi terbaru dari maskapai dan perkembangan keamanan di wilayah tujuan.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: globalfmlombok.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks