MATARAM — Cuaca panas dan kering yang melanda Kota Mataram membuat risiko kebakaran meningkat signifikan. Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, mengingatkan warga untuk tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan dan mewaspadai kondisi kelistrikan karena saat ini memasuki musim kemarau yang kering sehingga sangat rentan terjadi kebakaran,” ujar Mohan, Rabu (26/8).
Korsleting Listrik Jadi Pemicu Utama di Permukiman Padat
Sebagai daerah perkotaan dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi, Mataram memiliki kawasan permukiman yang padat dengan jaringan kabel listrik kompleks. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu korsleting listrik, yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi salah satu penyebab kebakaran di sejumlah wilayah.
Meski begitu, Mohan menegaskan potensi kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan padat penduduk. Kawasan perumahan yang relatif tidak padat pun tetap memiliki risiko apabila masyarakat tidak menerapkan langkah-langkah pencegahan.
Mitigasi Dini: Personel dan Peralatan Damkarmat Disiagakan
Pemerintah Kota Mataram sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) serta instansi terkait. Dalam rapat tersebut, seluruh personel dan peralatan pemadam dipastikan dalam kondisi siap siaga untuk menghadapi potensi kebakaran.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi dini guna meminimalkan risiko kebakaran di wilayah Kota Mataram. Pemerintah juga terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial.
Edukasi dan Pemasangan Media Informasi Jadi Langkah Preventif
Pemerintah Kota Mataram telah melakukan berbagai upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk pemasangan media informasi di sejumlah simpang jalan sebagai bagian dari langkah mitigasi. “Kami sudah siap. Jauh sebelum banyak kejadian kebakaran, kami telah melakukan berbagai upaya, mulai dari imbauan, edukasi, hingga penyediaan sarana pendukung. Artinya, mitigasi sudah kami persiapkan,” pungkasnya.
Belum dapat dipastikan kapan fenomena El Nino akan berakhir. Namun, dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh pihak, risiko kebakaran di Kota Mataram diharapkan dapat ditekan.
“Sekali lagi saya mengimbau agar kita semua lebih waspada dan berhati-hati, mengingat beberapa kejadian kebakaran yang terjadi belakangan ini,” katanya.
Mohan berharap kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran menjadi perhatian bersama. “Kami berharap ada kesadaran bersama untuk benar-benar menjaga dan meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca saat ini,” ujarnya.