NUSA TENGGARA BARAT — Laga Inggris vs Ghana di matchday kedua Grup C Piala Dunia 2026 menyisakan drama tersendiri, terutama bagi skuad asuhan pelatih Carlos Queiroz. Satu poin dari pertandingan yang berakhir tanpa gol ini hampir memastikan langkah Ghana ke babak selanjutnya, mengingat format turnamen yang diperluas.
Kenangan 2010 yang Tak Terlupakan
Bagi penyerang Ghana, Antoine Semenyo, turnamen ini punya makna khusus. Saat Ghana nyaris menjadi tim Afrika pertama yang menembus semifinal Piala Dunia pada 2010, Semenyo masih berusia 10 tahun dan menonton dari rumah pamannya di Bexleyheath, London tenggara.
"Saya ingat berada di rumah paman, dan kami berteriak setelah handball itu, mengira kami akan lolos," kenang pemain Manchester City itu dalam wawancara sebulan lalu. "Menonton Ghana main di Piala Dunia sangat spesial. Ibu, Ayah, paman, bibi, sepupu semua datang ke satu rumah, dan kami menonton semua pertandingan bersama, merayakan dan berteriak."
Kekalahan dari Uruguay melalui adu penalti di Afrika Selatan itu masih membekas. Ghana belum pernah memainkan laga knockout Piala Dunia sejak kekalahan yang sulit dibayangkan itu.
Pertahanan Rapat Ghana Bikin Inggris Frustrasi
Sepanjang laga, Inggris mendominasi penguasaan bola namun kesulitan menembus pertahanan berlapis Ghana. Peluang terbaik tuan rumah datang dari sundulan Elliot Anderson yang masih bisa diblok, serta tembakan Anthony Gordon yang masih tepat mengarah ke kiper.
Pergantian pemain Inggris di menit ke-65—memasukkan Bukayo Saka dan Nico O'Reilly menggantikan Gordon dan Djed Spence—menunjukkan frustrasi Thomas Tuchel. Noni Madueke yang dipindahkan ke sisi kiri beberapa kali merepotkan, termasuk sepakan melengkung yang masih melebar di atas mistar.
Insiden Pickford dan VAR Warnai Babak Kedua
Momen kontroversial terjadi di menit ke-68 ketika kiper Inggris Jordan Pickford bertabrakan dengan pemain pengganti Ghana, Prince Kwabena Adu, di luar kotak penalti. Wasit sempat memberikan tendangan bebas untuk Inggris sebelum dikoreksi VAR. Sayangnya, tayangan ulang yang jelas tidak tersedia untuk analisis lebih lanjut.
Di sisi lain, Inaki Williams harus menerima kartu kuning setelah tekel keras pada Gordon. Bek sayap Ghana, Senaya, juga nyaris mencetak gol andai sepakannya tidak diblok Spence di garis gawang.
Bellingham dan Rice: Duet yang Dipertanyakan
Penampilan Jude Bellingham sebagai gelandang bertahan mendapat sorotan. Sebuah tekel bersih pada Semenyo di luar kotak penalti Inggris membuktikan kecerdasan defensifnya, namun sebagian pengamat meragukan efektivitas duet Bellingham-Rice sebagai poros ganda. "Saya tahu dia akan sia-sia di posisi No.6," tulis seorang pengamat dalam laporan langsung.
Dengan hasil ini, Ghana kini tinggal membutuhkan satu poin dari laga terakhir untuk memastikan tempat di fase gugur. Sebuah pencapaian yang akan mengubur trauma 2010 dan mengukir sejarah baru bagi sepak bola Afrika.