Pencarian

3 Program Strategis Pemerintah untuk Jaga Ekonomi NTB: dari Pangan hingga Hilirisasi

Sabtu, 06 Juni 2026 • 21:40:32 WIB
3 Program Strategis Pemerintah untuk Jaga Ekonomi NTB: dari Pangan hingga Hilirisasi
Pemerintah percepat cetak sawah baru di NTB untuk stabilkan pasokan dan harga pangan.

MATARAM — Pemerintah tidak hanya fokus pada kebijakan makro, tetapi juga memastikan program-program strategis berjalan di lapangan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi tekanan ekonomi yang bisa berdampak langsung pada masyarakat, khususnya di daerah.

Percepatan Program Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga

Salah satu fokus utama adalah penguatan sektor pangan. Pemerintah mendorong percepatan program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan rawa untuk meningkatkan produksi beras nasional. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di pasaran, sehingga inflasi tetap terkendali.

Di NTB, program ini relevan dengan upaya menjaga harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat. Dengan produksi yang meningkat, ketergantungan pada pasokan dari luar daerah diharapkan bisa berkurang.

Hilirisasi Sumber Daya Alam: Tambang hingga Kelautan

Selain pangan, hilirisasi sumber daya alam menjadi prioritas. Pemerintah mendorong pengolahan hasil tambang dan komoditas unggulan daerah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati oleh masyarakat lokal. Kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk nikel atau bauksit, tetapi juga untuk sektor kelautan dan perikanan.

Di NTB, potensi hilirisasi sangat besar, mulai dari pengolahan hasil tambang seperti tembaga dan emas, hingga komoditas perikanan dan rumput laut. Dengan adanya hilirisasi, diharapkan terbuka lapangan kerja baru dan pertumbuhan ekonomi daerah semakin solid.

Dukungan untuk UMKM dan Ekonomi Digital

Pemerintah juga terus mendorong akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mempercepat transformasi digital. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan perluasan ekosistem digital menjadi andalan untuk menjaga roda ekonomi tetap berputar di tingkat akar rumput.

Kebijakan ini menjadi penting bagi NTB yang memiliki banyak pelaku UMKM di sektor pariwisata, kerajinan, dan kuliner. Dengan kemudahan akses modal dan pasar digital, daya tahan ekonomi lokal diharapkan semakin kuat menghadapi gejolak ekonomi global.

Bagikan
Sumber: lombokboss.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks